DEWAN Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) mengeluarkan aturan penting yang bisa mengebiri potensi pelempar ke dalam macam Pratama Arhan (Bangkok United) atau Michael Kayode (Brentford). Dalam rilis yang mereka keluarkan, seorang pemain hanya diberi jatah lima detik untuk melepaskan lemparan ke dalam.
“Jika wasit menilai lemparan ke dalam atau tendangan gawang terlalu lama dilakukan atau sengaja ditunda, maka akan dilakukan hitungan mundur selama lima detik,” tulis IFAB dalam rilis yang baru mereka keluarkan, Minggu (8/3/2026).
“Jika bola belum dimainkan setelah hitungan mundur selesai, maka lemparan ke dalam akan diberikan ke tim lawan. Sementara tendangan gawang yang terlambat akan menghasilkan tendangan sudut untuk lawan,” lanjut IFAB.
Pembaruan aturan ini dimunculkan karena dinilai terlalu memakan waktu pertandingan. Waktu pertandingan banyak terbuang karena banyak pemain yang membuang-buang waktu saat hendak melemparkan bola ke dalam atau melepaskan tendangan gawang.
Aturan ini mulai berlaku 1 Juli 2026, alias di musim baru 2026-2027. Aturan ini berpotensi mengebiri pemain-pemain yang piawai melepaskan lemparan ke dalam seperti Pratama Arhan.
Pratama Arhan membutuhkan waktu yang cukup lama saat hendak melemparkan ke dalam. Pertama, ia harus mengelap bola yang akan dilemparkan.