LONDON – Gelandang Chelsea, Eden Hazard, meyakini masalah Chelsea musim ini disebabkan oleh keikutsertaan tim di kompetisi Liga Champions.
Sebelumnya pelatih Antonio Conte sukses memimpin klub berjuluk The Blues ini di kompetisi Liga Inggris musim 2016-2017. Namun di saat bersamaan Chelsea gagal lolos menuju kualifikasi di Eropa serelah menyelesaikan posisi ke-10 dalam kampanye musim 2015-2016.
Namun dengan komitmen Eropa yang menambah tugasnya bersama klub, Chelsea telah berjuang untuk mempertahankan bentuk mereka dari musim lalu, untuk duduk di posisi keempat dalam kompetisi Liga Inggris setelah mengalami kekalahan beruntun saat berhadapan dengan Bournemouth dan Watford.
Chelsea juga mengalami kekalahan saat ditumbangkkan Arsenal di semifinal Piala Liga bulan lalu. Oleh sebab itu Hazard menyebutkan dengan berbagai masalah tersebut, kehidupan Chelsea menjadi lebih sulit pada musim ini.
“Saya pikir Liga Inggris itu sulit. Sulit untuk menang setiap tahun. Tahun lalu kami tidak memiliki Liga Champions, tahun ini kami memiliki sedikit waktu untuk siap menghadapi pertandingan. Setiap minggu ada tiga pertandingan.
Saat ini Chelsea juga tidak dibekali oleh dua pemain kuncinya di musim lalu yakni Diego Costa yang kembali menuju Atletico Madrid. Nemanja Matic yang berperan penting di lini tengah juga telah dijual menuju Manchester United. Sementara ikon klub, John Terry juga berangkat meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya.
Baca Juga:
(Robbie Fowler Beri Dukungan kepada Sturridge)
Pengganti Costa, Alvaro Morata juga telah kehilangan bentuk permainannya dan tidak dapat bertahan. Sementara pemain tengah Tiemoue Bakayoko juga telah gagal beradaptasi dengan Liga Inggris. Pemain berkebangsaan Monaco tersebut bertanggung jawab atas kekalahan Chelsea saat berhadapan dengan Watford dengan skor 4-1.
“Kami mengubag beberapa hal, kami kehilangan pemain, kami membawa yang baru dan setiap tahun berbeda. Itulah mengapa kami menyukai sepakbola. jika hanya ada satu tim yang menang, itu akan membosankan. Oleh sebab itu sepakbola yang spesial. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi, terutama di Inggris,” tuntasnya.
(Leonardus Selwyn)