PIALA/Liga Champions dikenal sebagai salah satu turnamen sepakbola tersengit di muka bumi. Terhitung semenjak berganti format pada 1992-1993, hanya ada satu tim yang keluar sebagai juara di dua musim beruntun.
Klub itu ialah Real Madrid yang keluar sebagai kampiun pada 2014-2015 dan 2016-2017. Fakta itu sekaligus menunjukkan bahwa Liga Champions merupakan kompetisi yang tak mudah ditaklukkan.
Selain itu, bukti lain sengitnya Liga Champions terlihat dari penentuan gelar juara. Ada lima final kompetisi antarklub Eropa yang sang juara baru ditemukan di babak perpanjangan waktu (tidak termasuk adu penalti).
BACA JUGA: SOCCERPEDIA: Chelsea, Juara Bertahan Terburuk di Liga Champions
Pertandingan pertama melibatkan Madrid dan AC Milan di final Liga Champions 1957-1958. Saat itu hingga 90 menit pertandingan berakhir, skor sama kuat 2-2. Beruntung bagi Madrid, Francisco Gento mencetak gol ketiga mereka pada menit 107 sekaligus memastikan kemenangan 3-2.
Selanjutnya mempertemukan Manchester United vs Benfica di partai puncak 1967-1968. Saat itu di waktu normal, kedua tim bermain sama kuat 1-1. Akan tetapi di 2 x 15 menit perpanjangan waktu, Man United menggila dengan mencetak tiga gol tambahan via Bobby Charlton, George Best dan Brian Kidd. Skor akhir 4-1 untuk kemenangan The Red Devils –julukan Man United.
Setelah itu, final yang penentuan juara dilakukan lewat perpanjangan waktu tercipta pada 1969-1970. Saat itu Feyenoord Rotterdam dan Glasgow Celtic bermain 1-1 di waktu normal. Namun, Feyenoord menjadi kampiun setelah Ove Kindvall merobek gawang Celtic di menit 107. Skor berakhir 2-1 untuk kemenangan Feyenoord.
Kemudian pada musim 1991-1992, giliran Barcelona yang mengalahkan Sampdoria. Bermain 0-0 di Stadion Wembley di 90 menit pertandingan, Blaugrana –julukan Barcelona– menang 1-0 lewat sepakan Ronald Koeman di menit 112.
Sementara itu, final terakhir yang berlanjut hingga perpanjangan waktu (tanpa adu tendangan penalti) mempertemukan Madrid vs Atletico di partai puncak 2013-2014. Saat itu Los Colchoneros –julukan Atletico– unggul lebih dulu lewat Diego Godin pada menit 36.
Ketika laga hampir berakhir dan Atletico selangkah lagi menjadi juara, Sergio Ramos menyelamatkan Madrid lewat golnya di masa injury time. Skor 1-1 membuat laga dilanjutkan ke extra time.
Di masa perpanjangan waktu, Madrid menggila. Mereka mencetak tiga gol tambahan lewat Gareth Bale, Marcelo Viera dan Cristiano Ronaldo. Madrid menang 4-1 dan meraih trofi Liga Champions ke-10.
(Ramdani Bur)