"Saya juga enggak tahu (kenapa menerima tawaran menjadi pelatih lagi), soalnya 50 persen saya mencintai pekerjaan ini, passion, kemampuan saya di sini," tutur Timo.
Di Persiba, Timo memiliki pekerjaan yang cukup berat. Itu karena komposisi tim mayoritas adalah pemain baru. Bahkan pemainnya banyak yang belum memiliki pengalaman di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Ia pun harus membangun Persiba dari nol, memoles kemampuan teknis pemain, menggembleng mental pemain muda, serta menghadapi tuntutan manajemen dan suporter.
Untuk menjalankan tugasnya, Timo mengaku butuh ketenangan. Ia meminta agar jangan ada tekanan dan intervensi terhadapnya. Sebab tanpa tekanan dan intervensi, ia menegaskan komitmennya akan memberikan yang terbaik bagi tim berjuluk 'Beruang Madu'.
(Zanel Farha Wilda)