Setelah mengalami perubahan nama, Arema Cronus kemudian melakukan perubahan logo Arema. Logo khas Arema yang sebelumnya membulat dengan gambar singa mengaum di tengahnya, berubah menjadi bentuk perisai. Gambar singa di tengah perisai masih tetap dipertahankan walau kepala singa tidak sama dengan logo aslinya. Pada 2015 lalu manajemen sempat melakukan perubahan lagi, yakni tulisan 11 Agustus 1987 di pita dalam logo. Manajemen menanggalkan tulisan tanggal lahir Arema tersebut dengan Salam Satu Jiwa. Perubahan ini sebenarnya juga sulit diterima Aremania, karena tanggal lahir dianggap sakral mengingat itu tanggal lahir klub Arema Malang. Walau beberapa elemen Aremania sempat melakukan protes, belakangan perubahan ini juga berlalu tanpa masalah.
Perubahan PT
Ini perubahan paling elementer yang terjadi di klub berjuluk Singo Edan. Berlarutnya sengketa klub Arema Indonesia, akhirnya membuat Arema Cronus menempuh langkah praktis, yakni membuat PT baru. Walau perubahan ini tidak kasat mata alias tak begitu terasa dibanding logo dan nama, tetapi jelas memiliki makna besar pada sejarah Arema Cronus. Perubahan ini masih menyisakan tanya, bagaimana nasib sengketa PT Arema Indonesia? Bagaimana nasib rekonsiliasi? Apakah Arema tak perlu lagi pusing dengan PT Arema Indonesia karena sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sendiri? Atau, melunakkah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Menpora yang selama ini menyoroti legalitas Arema Cronus? Pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu. Manajemen sendiri tampaknya sangat percaya diri perubahan itu tak akan memberikan efek apa pun, terutama basis dukungan Aremania.
Perubahan Lain
Perubahan yang sempat terjadi adalah perubahan warna jersey di Arema. Beberapa musim terakhir, Arema tiba-tiba 'disusupi' warna kuning yang porsinya sama dengan warna biru sebagai warna khas Arema. Aremania mulai akrab dengan warna tambahan kuning, hingga beberapa pihak menyebut itu adalah warna 'politis'. Puncaknya adalah awal musim 2015 silam, Arema meluncurkan jersey yang di mata Aremania sangat janggal dengan warna dominan kuning-biru. Mulai pudarnya warna biru sempat memicu keberatan Aremania dan akhirnya membuat manajemen kembali mengembalikan warna dominan biru saat mengikuti beberapa turnamen sepanjang 2015.
(Daniel Setiawan)