MALANG - Perubahan demi perubahan dilakukan Arema Cronus untuk menjaga eksistensi di sepak bola nasional. Sejak pengelolaan diambilalih PT Pelita Jaya Cronus jelang musim 2013 silam, beberapa perubahan signifikan membuat transformasi nyata di tubuh klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan.
Terkini adalah perubahan PT (Perseroan Terbatas) yang menaungi manajemen Arema Cronus. Berlarut-larutnya dualisme klub yang saling klaim PT Arema Indonesia, akhirnya membuat Arema Cronus membuat PT baru yakni Dibentuknya PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI).
CEO Arema Cronun Iwan Budianto meyakinkan bahwa perubahan PT bukan lantas menjadikan Arema Cronus sebagai klub baru. "Ini adalah langkah untuk menjaga eksistensi. Konflik PT Arema Indonesia di pengadilan akan tetap kami jalani. Tidak ada klub baru, Arema tetap Arema," demikian penjelasan Iwan Budianto.
Perubahan PT ini melengkapi perubahan-perubahan yang dialami Arema dalam beberapa musim terakhir. Sebelumnya juga sudah ada perubahan signifikan yang terjadi di manajemen Singo Edan. Setidaknya ada tiga perubahan besar dalam beberapa musim terakhir. Apa saja?
Perubahan Nama
Sejak PT Pelita Jaya Cronus masuk ke tubuh Arema, perubahan pertama yang terjadi adalah nama klub. Arema Indonesia ditinggalkan dan berganti menjadi Arema Cronus. Perubahan ini disesuaikan dengan nama pengelola klub, karena nama Arema Indonesia sendiri masih dalam sengketa dengan kubu Arema IPL. Kendati begitu, soal perubahan pada Desember 2013 tersebut, manajemen saat itu mengatakan tetap bernama Arema Indonesia atau lengkapnya Arema Indonesia Cronus. Perubahan nama semula membuat Aremania kurang nyaman, karena kekhawatiran perubahan tersebut menghilangkan aspek historis Arema Malang. Tapi lambat laun kegelisahan Aremania menguap dan terbukti dukungan mereka ke klub tetap bertahan. Itu terlihat dari dukungan di Stadion Kanjuruhan yang masih tetap stabil.
Perubahan Logo