Lancine Kone, meskipun sudah berusia 36 tahun, masih enerjik dan sesuai karakter yang diinginkan Arema. Penyerang yang bisa melebar dan masih memiliki kecepatan walau sudah tidak lagi muda. Sedangkan Koita lebih muda, 24 tahun, dan spesialis lapangan tengah.
Sisi positif lain, keduanya sangat powerful dan tipe pemain enerjik, dua unsur yang sebenarnya pernah diharapkan pada diri Yao Rudy dan Sengbah Kennedy. Dengan kedatangan mereka, Arema tak perlu pusing memodifikasi taktik atau formasi untuk mengakomodasi tipikal sang pemain.
Dengan mepetnya waktu kedatangan, otomatis mereka bakal ikut konsentrasi di persiapan jelang laga lawan Persela. "Mereka sedikit-banyak tentunya sudah tahu tipikal permainan Arema. Semoga cepat beradaptasi," harap Joko.
Lancine Kone pernah menjadi bagian Sriwijaya FC dan terakhir memperkuat Persipura Jayapura, sementara Koita sebelumnya terantum dalam skuad Sriwijaya FC. Mereka kini berstatus bebas transfer dan bakal menghadapi mantan klubnya di Malang, karena Sriwijaya FC juga tergabung di Grup B.
(Fetra Hariandja)