Bangkit dari Tsunami, Musawir Dipanggil Timnas (Bagian-2)

Salman Mardira, Jurnalis
Jum'at 26 Desember 2014 00:44 WIB
Kesabaran Musawir berbuah hasil, ia berhasil dipanggil Timnas (Foto: Ilustrasi Okezone)
Share :

BANDA ACEH - Beberapa bulan setelah bencana tsunami 2004, tawaran dari PSIM Yogjakarta diterima Abdul Musawir. Meski PSIM promosi ke Liga Super Indonesia musim 2005/2006, sang pemain yang baru berusia 20 tahun masih galau memutuskan.
 

Keinginannya berhenti dari sepakbola hampir bulat. Berat baginya meninggalkan orangtua dan keluarga yang baru ia bantu selamatkan dari amukan gelombang. Rasa cintanya terhadap Persiraja juga belum pudar, meski klub ini sedang vakum akibat tsunami.

Sikap Musawir mulai berubah setelah dapat dorongan dari beberapa pemain senior. Ia juga termotivasi dengan idolanya, mendiang Irwansyah. Sebelum tsunami, striker Persiraja itu sering memberi wejangan kepada Musawir. “Kata-kata Irwansyah memotivasi saya,” ujarnya.

Apa kata-katanya? “Kau harus maen bola terus, latihan terus, sakit sedikit jangan cengeng, jangan ketahuan pelatih. Kau harus tunjukkan orang Aceh itu bandel, kita mampu.”

Musawir pun menerima tawaran PSIM usai mendapat restu ibunya. Dia diberikan uang untuk membeli lagi perlengkapan sepakbola, selanjutnya terbang ke Yogyakarta. Baru tertimpa musibah kemudian jauh dari orangtua, bukanlah perkara mudah beradaptasi. Ini yang dirasakan Musawir kala itu.

“Tiga bulan saya harus beradaptasi. Saya sulit berkonsentrasi. Saya bermain di lapangan tapi pikiran ke kampung. Gak bisa menikmati. Saya sering murung, suka menyendiri kadang, sering menangis di belakang teman-teman,” kenangnya.

Lambat laun ia mampu keluar dari duka itu dan menunjukkan permainannya. Hanya lima bulan membela PSIM, Musawir kembali ditarik ke Persiraja. Kondisi Laskar Rencong sendiri saat itu belum stabil.

Hilangnya kiper senior M. Basyir dan ikon klub Irwansyah, membuat Persiraja seperti kehilangan ruh. Tak ada lagi pemimpin dan bomber tajam di lini depan usai ditinggal Irwansyah.

Mantan pemain Timnas Indonesia itu adalah sosok striker sempurna bagi Persiraja: jago dribbling, kontrol bolanya baik, tendangan kedua kakinya juga sama keras.

Kerap jadi momok penjaga gawang lawan. “Dia tidak tergantikan,” kata Musawir yang pernah beberapa kali berduet dengan Irwansyah pada musim perdananya, 2003.

Kembali untuk kedua kali ke Persiraja, tekad Musawir ingin membuktikan bahwa klub ini belum habis. “Saya ingin Persiraja ini tampil lagi ke kancah tertinggi sepakbola nasional seperti dulu masa Irwansyah. Kita harus tunjukkan walaupun kita tsunami tapi mampu bangkit,” katanya.

Ia bekerja keras melatih kemampuannya seperti cara me- dribbling bola dengan keseimbangan sempurna, juga tendangan jarak jauh seperti yang pernah diajari almarhum Irwansyah. Terpenting adalah belajar mengontrol emosi.

Bagi Musawir seorang pemain perlu melatih kemampuan dirinya, karena dengan kemampuan itulah ia bisa membesarkan klub.

Penampilan Musawir terus meningkat. Hingga akhirnya dipercaya menjadi kapten Persiraja. Di bawah bimbingan pelatih Herry Kiswanto, Musawir dkk mampu mengantar Persiraja menjadi runner-up Divisi Utama 2010/2011.

Kemenangan ini disambut gegap gempita pecinta Persiraja. Tim kesayangannya kini bisa kembali bermain di kasta tertinggi Liga Indonesia, setelah beberapa musim harus turun ke Divisi Utama.

Yang membuat Musawir bangga adalah mereka berhasil menuju final dengan kondisi Persiraja sedang krisis keuangan.

Sialnya kisruh di tubuh PSSI yang memunculkan dualisme kompetisi, membuat semuanya tak sesuai harapan. Persiraja yang memilih bermain di Liga Primer Indonesia (LPI), ditentang sebagian pendukungnya yang menginginkan Liga Super Indonesia (LSI).

Tampilnya Persiraja di LPI yang diklaim resmi dibawah PSSI saat itu, membuka peluang Musawir tampil di timnas Indonesia.

Berkat penampilannya yang menonjol di Persiraja, pelatih Nilmaizar memasukkan Musawir dalam timnas Indonesia yang ikut Piala Al-Nakbah International 2012 di Palestina.

“Saya tidak pernah mimpi sebelumnya jadi pemain Timnas,” kata pemain bernomor punggung 7 di Persiraja.

(Fajar Anugrah Putra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya