Yang membuat Musawir bangga adalah mereka berhasil menuju final dengan kondisi Persiraja sedang krisis keuangan.
Sialnya kisruh di tubuh PSSI yang memunculkan dualisme kompetisi, membuat semuanya tak sesuai harapan. Persiraja yang memilih bermain di Liga Primer Indonesia (LPI), ditentang sebagian pendukungnya yang menginginkan Liga Super Indonesia (LSI).
Tampilnya Persiraja di LPI yang diklaim resmi dibawah PSSI saat itu, membuka peluang Musawir tampil di timnas Indonesia.
Berkat penampilannya yang menonjol di Persiraja, pelatih Nilmaizar memasukkan Musawir dalam timnas Indonesia yang ikut Piala Al-Nakbah International 2012 di Palestina.
“Saya tidak pernah mimpi sebelumnya jadi pemain Timnas,” kata pemain bernomor punggung 7 di Persiraja.
(Fajar Anugrah Putra)