Keinginannya berhenti dari sepakbola hampir bulat. Berat baginya meninggalkan orangtua dan keluarga yang baru ia bantu selamatkan dari amukan gelombang. Rasa cintanya terhadap Persiraja juga belum pudar, meski klub ini sedang vakum akibat tsunami.
Sikap Musawir mulai berubah setelah dapat dorongan dari beberapa pemain senior. Ia juga termotivasi dengan idolanya, mendiang Irwansyah. Sebelum tsunami, striker Persiraja itu sering memberi wejangan kepada Musawir. “Kata-kata Irwansyah memotivasi saya,” ujarnya.
Apa kata-katanya? “Kau harus maen bola terus, latihan terus, sakit sedikit jangan cengeng, jangan ketahuan pelatih. Kau harus tunjukkan orang Aceh itu bandel, kita mampu.”
Musawir pun menerima tawaran PSIM usai mendapat restu ibunya. Dia diberikan uang untuk membeli lagi perlengkapan sepakbola, selanjutnya terbang ke Yogyakarta. Baru tertimpa musibah kemudian jauh dari orangtua, bukanlah perkara mudah beradaptasi. Ini yang dirasakan Musawir kala itu.