JAKARTA - Pernyataan beragam dilontarkan para punggawa Real Madrid usai dikalahkan Barcelona pada laga leg pertama babak perempatfinal Copa del Rey, dini hari tadi. Ada yang kecewa namun tak jarang juga yang masih menyimpan optimisme.
Untuk kali kedua di musim ini, Madrid harus mengakui keunggulan rival abadinya Barcelona. Setelah kalah 1-3 di panggung La Liga, Desember silam, Madrid harus kembali menelan pil pahit ketika kalah dari lawan yang sama pada leg pertama Copa del Rey, dini hari tadi.
Sempat berada di atas angin setelah unggul 1-0 melalui Cristiano Ronaldo (11') di babak pertama, El Real harus mengakhiri laga dengan kepala tertunduk setelah Barca mampu membalikkan keadaan lewat gol Carles Puyol (49') dan Eric Abidal (77') untuk menang 2-1.
Kekecewaan jelas terpancar dari wajah seluruh punggawa Madrid. Namun, mereka masih punya satu kesempatan untuk membalikkan keadaan, ketika menyambangi markas Barca di Camp Nou, 25 Januari mendatang.
Berikut komentar beberapa pemain Madrid selepas pertandingan sebagaimana dikutip situs resmi klub Real Madrid.
Karim Benzema:
"Barcelona selalu menjadi tim hebat dan kami harus berjuang hingga akhir pada pertandingan selanjutnya (leg kedua), sama seperti yang kami lakukan pada babak pertama di pertandingan tadi. Ini merupakan pertarungan dua kali dan masih tersisa satu pertandingan. Kami akan mencoba mengalahkan mereka dan mengamankan tiket semifinal di Barcelona.”
Esteban Granero:
“Jelas menyakitkan melihat hasil pertandingan karena, selalu sulit menerima kekalahan di Stadion sendiri. Tapi pertarungan masih terbuka dan kami akan berjuang di leg kedua untuk membuat Barca kesulitan.”
Ricardo Carvalho:
“Kami selalu bisa melakukan yang lebih baik. Kami baik-baik saja dan pertandingan tadi juga berjalan ketat dan cukup seimbang. Tapi, gol Puyol setelah babak kedua dimulai mengubah segalanya. Barcelona jadi lebih percaya diri dan permainan mereka jadi berkembang. Tapi, kami akan melakukan segalanya untuk membalikkan keadaan di leg kedua.”
Sergio Ramos:
“Kami harus bersikap realistis. Kami tidak bermain dengan cukup baik. Kami telah membiarkan keuntungan hilang begitu saja. Lagipula, Barca sangat efisien dalam memanfaatkan peluang. Memang, sulit mengalahkan Barca di Camp Nou, tapi kami tidak ingin memberikan trofi Copa dengan mudah.”
“Menang atau kalah itu sudah bisa. Tapi yang menyakitkan, kami kalah dari rival utama. Kami harus memiliki mental juara di Camp Nou untuk membalikkan keadaan. Memang, itu merupakan hal yang sulit, namun bukan tidak mungkin.”
(Achmad Firdaus)