Persib Berharap Tuah Pemain Timnas

Huyogo Simbolon (Koran Sindo), Jurnalis
Minggu 09 Oktober 2011 23:06 WIB
Foto: M.Ilham saat berlatih bersama Persib (Irfan Al-Faritsi/SINDO)
Share :

BANDUNG - Persiapan menghadapi Semen Padang pada laga perdana Indonesia Primer League (IPL) 2011/12 membuat nakhoda Persib Bandung Drago Mamic sedikit khawatir. Pasukan tim biru masih belum lengkap karena lima pemain harus memperkuat tim nasional Indonesia. Laga yang akan dimulai pada 15 Oktober nanti membuat sang pelatih berkutat pada taktik dan strategi pemain.

Drago mengakui kehadiran pilarnya usai membela Merah Putih membutuhkan masa istirahat. Dia memperkirakan, dalam waktu empat hari sebagai waktu yang cukup untuk masa pemulihan lima pemain Persib yang saat ini tergabung di timnas Indonesia. Jika setelah turun menghadapi Qatar pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2014, pada 11 Oktober, maka perkiraan waktu tersebut terbilang cukup efektif bagi pemainnya.

Namun Drago berharap anak asuhnya tersebut terhindar dari cedera. “Yang saya khawatirkan adalah cedera bagi pemain saya. Ini berlaku sebetulnya bagi semua pemain. Saya berharap semua pemain memilik kesadaran terkait hal itu. Persoalannya, ini merupakan kompetisi panjang,” kata Drago.

Kelima punggawa Persib di timnas di antaranya  Zulkifi Syukur, M Nasuha, Toni Sucipto, M Ilham dan Hariono. Berdasarkan beberapa kali percobaan, Drago tidak bisa menyembunyikan bahwa pemain yang bersangkutan dapat bermain di laga pembuka.

Di pertandingan pembuka nampaknya Drago ingin memaksimalkan pemain-pemain yang berada di timnas saat ini. Dan dirasanya kemampuan fisik para pemain timnas tidak perlu dia khawatirkan lagi.

Tentu tidak akan ada yang mau mengambil risiko dengan menurunkan skuad yang tidak siap. Hal tersebut membuatnya percaya, kekuatan Persib saat ini ditopang dari para pemain yang berpengalaman. Terakhir, Drago menguji kekuatan Persib di Lapangan Siliwangi menghadapi tim lokal, Akademi Sepakbola Saint Prima.

Kehilangan beberapa pilar memang tidak menyangkut pada hasil akhir pertandingan dengan skor 4-0. Tapi, dia mengaku instruksi yang diberikan kepada pemain yang masih minim pengalaman akan sangat sulit dipraktekan di lapangan. Dia mencontohkan, dua bek sayap yakni M Nasuha dan Zulkifli Syukur akan cepat merespon dirinya ketika di lapangan. Berbeda jika yang diturunkan adalah pelapis.

“Sebelum pertandingan, pemain punya waktu empat hari. Saya pikir itu cukup bagi mereka beristirahat. Jika bermain dengan waktu istirahat dua hari itu baru sangat berat,” tukasnya.

Menurut pelatih yang pernah sukses di Liga China ini, tim harus memupuk kepercayaan diri di dalam tim sendiri menghadapi siapapun lawannya, termasuk saat menjamu Semen Padang. “Yang dilihat bukan persoalan tim yang dihadapi. Sudah pasti kita tidak bisa mengubah tim itu, meski tim itu bagus atau tidak. Dimulai dengan dalam tim kita sendiri untuk melakukan sesuatu yang lebih baik,” serunya.

Musim lalu Kabau Sirah – julukan Semen Padang – merupakan salah satu tim kuda hitam dengan masuk sebagai lima besar. Dari pertemuan kedua tim, Persib dapat diimbangi kekuatan tim yang musim  lalu mengandalkan pemain muda. Namun Drago menanggapi hal yang berbeda. Dia mengatakan, sebuah kemenangan tergantung dari permainan kedua tim. “Setiap pertandingan membutuhkan perjuangan yang sama kerasnya,” katanya.

“Filosofi yang saya pakai adalah kita lebih baik dari tim lawan, maka tidak akan banyak kesempatan bagi tim lain untuk memperlihatkan hal yang lebih baik dari kita,” terangnya.

(Achmad Firdaus)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya