Persib Godok Pembatasan Gaji Pemain

Huyogo Simbolon (Koran Sindo), Jurnalis
Minggu 07 Agustus 2011 21:16 WIB
Foto: Ist
Share :

BANDUNG – Peraturan pembatasan gaji yang ditetapkan masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Selain untuk mencegah melambungnya nilai kontrak pemain, peraturan tersebut juga mendukung Persib yang berencana untuk berhemat di musim depan. Persib Bandung yang menyambut peraturan tersebut mengingatkan agar regulator memantau pelaksanaannya.
 
Peraturan baru PSSI tersebut belakangan membuat sejumlah punggawa Maung Bandung – julukan Persib – cemas terkait masa depan. Persoalannya, jika gaji pemain dibatasi tanpa mempertimbangkan aspek kemampuan dan prestasi maka akan sia-sia karir profesional pemain bersangkutan.
 
Sementara PSSI beralasan menetapkan sejumlah persyaratan untuk klub-klub profesional dalam mengikuti kompetisi musim depan, diantaranya klub harus memiliki keuangan yang sehat. PSSI mencoba memberi batasan Rp500 juta per musim dengan kontrak minimal 3 tahun. Syarat-syarat tersebut harus dipenuhi sebuah klub yang akan turun di kompetisi level satu atau Indonesia Super League (ISL).
 
Sejumlah pemain bintang Persib juga bakalan “gerah” dengan adanya keputusan tersebut. Sebab, beberapa pemain dikontrak dengan nilai di atas standar yang akan diterapkan PSSI mulai musim depan. Menanggapi sejumlah pemain yang cemas akan masa depannya, Persib pun berjanji akan mendiskusikan hal tersebut.
 
“Saat ini wajar saja ada seperti itu. Tapi, hal itu jadi bahan masukan unutk kita. Saat ini kita bicara global dulu baru spesifik mengenai pembatasan gaji pemain dibahas selanjutnya,” terang Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Kuswara S Taryono, Minggu (7/8/2011).
 
Kuswara yang juga berprofesi sebagai pengacara ini menyambut positif terkait peraturan yang disampaikan PSSI pada acara Woskshop AFC Assessment di Hotel Sahid Jaya Jakarta beberapa waktu lalu.
 
“Memang jadi perbincangan di kita (Persib, red). Termasuk menyangkut pelatih, anggaran dan pemain. Menjadi masukan untuk bersama-sama di internal kita. Yang jelas, kita juga melihat terhadap anggaran,” tuturnya lagi.
 
Jika sudah menemukan formulasi yang tepat setelah berembuk di internal, Kuswara menyatakan Persib akan menyampaikan kepada masyarakat. “Saat ini sudah mulai berjalan. Keputusan final pasti akan kita beritahu,” jelasnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT PBB Muhammad Farhan mengingatkan agar peraturan tersebut tidak dijadikan peluang untuk mengakal-akali. Biasanya, kata Farhan, agen pemain akan menjadi terbuka cara-cara untuk melakukan kecurangan. Dia berharap, PSSI dan PT Liga, khususnya, bisa mengawasi hal ini saat liga bergulir.
 
"Contohnya, agen melakukan pendekatan kepada manajemen sebuah klub. Memang, dalam kontrak tertulis Rp 500 juta, tapi dia tetap minta Rp 800 juta. Yang ada kan kontrak di bawah tangan," terangnya.
 
Dia menambahkan, Persib tidak ada masalah ketika pemberlakuan pembatasan gaji. Hal itu dinilai Farhan akan bisa menguntungkan Maung Bandung. "Soal pembatasan gaji bisa dilaksanakan dan tidak ada yang melanggar," pungkasnya.

(Dewi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya