BANDUNG - Tim jangan mengkambinghitamkan jadwal. Sebab, persoalan jadwal pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 sudah disepakati tim sebelum kick-off LSI dimulai sejak 11 Oktober silam. Jadi, sudah tidak ada alasan lagi tim selalu menyalahkan jadwal.
Hal tersebut ditegaskan CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono mengomentari adanya keluhan beberapa tim soal jadwal LSI musim ini. Djoko menyatakan, soal jadwal yang telah berlangsung hampir separuh musim ini sudah melalui pertimbangan dan kesepakatan semua pihak. "Kita sudah buat jadwal sebaik mungkin dan adil bagi semua tim," kata Djoko.
Djoko menjelaskan, proses penyusunan jadwal selalu berdasarkan dua hal, yakni jadwal ideal dan imposible. Jadwal yang ada saat ini, imbuhnya, memang diakui tidak ideal. Namun, jadwal tersebut adalah yang paling memungkinkan bagi semua tim. "Jadi tinggal klub yang harus mengelola dampak dari jadwal tersebut," imbuhnya.
Djoko menjelaskan, jeda waktu dari satu laga ke laga berikutnya sudah dipertimbangkan dengan waktu recovery pemain 2x24 jam dari laga sebelumnya. Termasuk, bagi tim yang menyumbang pemain bagi timnas, diberi jeda waktu yang cukup. Makanya, yang saat ini harus dilakukan semua klub adakah me-manage semua kesulitan yang ada. "Mereka yang bisa mengelola kesulitan akan jadi juara," tandasnya.
Pelatih Persib Jaya Hartono memang kerap mengeluhkan soal padatnya jadwal bagi timnya. Menurut Jaya, imbas dari terlalu padatnya jadwal tersebut, para pemain tidak memiliki waktu recovery yang ideal. Selain itu, dia menilai kualitas pertandingan tidak menjadi lebih baik dari musim lalu. "Pemain kelelahan, sehingga kita tidak bisa bermain bagus. Ini kan berarti kualitas liga menurun," ujarnya.
Pelatih asal Medan ini sempat meminta PT Liga Indonesia untuk mengevaluasi jadwal LSI kedepannya. Dia mencontohkan, tim yang berlaga ke Wamena misalnya, harus diberi jarak waktu berlaga yang cukup panjang. Sebab, waktu perjalanan kembali dari Wamena sangat melelahkan bagi para pemain.
"Ini harus jadi catatan agar kompetisi kita kedepannya lebih berkualitas. Jadwal main seminggu tiga kali itu memberatkan tim," pungkasnya.
(Muchamad Syuhada)