MAKASSAR - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepakbola Makassar (PSM) berupa dua kali partai usiran. Selama dua kali laga kandang, PSM tak boleh menjamu tamunya di Stadion Mattoanging Makassar.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Jendral PSM Japri Y. Timbo dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat PSM Jl. Dr Ratulangi Makassar Sabtu (5/12/2009). Japri mengatakan, kepastian keputusan itu diterimanya Jumat (4/12/2009) malam. Menurutnya itu adalah hasil dari pemanggilan PSSI atas dirinya pekan lalu di Kuningan Jakarta.
Japri mengemukakan, jatuhnya sanksi atas PSM itu karena adanya pemukulan atas wasit Jajat Sudrajat asal Jawa Barat. Jajat, kata Japri sempat mendapat bogem mentah dari supporter fanatik PSM yang menyaksikan pertandingan dari luar area Stadion.
Saya sudah dua kali dipanggil PSSI karena ulah supporter. Saya berharap supporter PSM dapat menahan diri kalau menemui kejanggalan dalam kepemimpinan wasit. Pasalnya, PSM sendiri yang mendapat akibat negatifnya. Kita sudah dihukum main di luar kandang, didenda Rp 20 juta pula, terang Japri.
Sanksi kali ini, kata Japri, cukup berat. Pasalnya, selama dua kali PSM harus mencari lokasi penyelenggaraan laga kandangnya dengan jarak di atas 100 km dari Stadion Mattoanging. Selain itu menurutnya, potensi kehilangan pemasukan dari pembelian tiket penonton mencapai Rp 300 juta.
Setiap kali pertandingan, penjualan karcis mencapai sekira Rp150 juta. Dua kali portandingan berarti Rp300 juta. Ditambah lagi bayar denda atas sanksi Rp 20 juta. Yah kalau dihitung-hitung kita kehilangan minimal Rp 320 juta akibat sanksi kedua ini, ujar Japri.
Sanksi pertama diperoleh PSM dengan main tanpa penonton melawan Persija Jakarta (25/11/2009) dalam laga kandang di Stadion Mattoanging Makassar. Sanksi itu diperoleh karena saat berhadapan dengan PSPS Pekanbaru dalam laga kandang sebelumnya, ratusan suppoerter PSM melakukan pelemparan dan pembakaran di saat menonton.
Sanksi kedua diterima PSM karena bogem mentah supporter yang tidak terima kepemimpinan wasit Jajat Sudrajat. Suporter yang menyerobot saat wasit meninggalkan stadion itu marah karena menilai pemberian tendangan penanti oleh wasit kepada tim Persija tidak pada tempatnya.
Japri mengatakan, partai usiran yang berlaku bagi PSM adalah laga kandang 20/12/2009 melawan Persela Lamongan dan laga kandang 23/12/2009 melawan Persijap Jepara. Menurutnya, pihaknya sedang mencari stadion yang sesuai dengan standar PSSI untuk pelaksaaan kompetisi sekelas Liga.
(Achmad Firdaus)