Disorda Tolak Persitara Dimerger

muh sahlan, Jurnalis
Jum'at 03 Juli 2009 21:03 WIB
Share :

JAKARTA - Dinas Olah Raga (Disorda) provinsi DKI Jakarta menolak rencana merger Persitara Jakarta Utara ke Persija Jakarta. Penolakan ini memiliki berdampak besar karena disorda adalah kran pencairan dana APBD untuk sepak bola.

Kepala Disorda DKI Jakarta Syaifullah mengungkapkan, ide penyatuan Persitara dan Persija adalah kemunduran besar yang akan mengurangi gaung sepak bola di ibu kota. Sebagai perbandingan, lanjutnya, Jawa Timur memiliki empat tim Liga Super padahal jarak antar kota dan kabupaten juga berdekatan.

"Jakarta sebagai ibu kota seharusnya bisa memiliki dua klub besar. Apalagi prestasi Persija masih tanggung dan hanya berada di papan tengah klasemen.

"Menurut saya peleburan Persitara dan Persija harus dicegah," tegas Syaifullah.


Nasib Persitara memang di ujung tanduk setelah Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono lepas tangan. Pria asal Banyuwangi ini juga meminta semua jajaran birokrat Jakarta Utara tidak ikut memegang jabatan dalam struktural Persitara. Sikap ini membuat Ketua Umum Persitara Effendi Anas angkat tangan dan merencanakan penjualan klub tersebut.

Rencana merger Persitara sendiri muncul karena suporter Persija yang tergabung dalam Jak Mania menginginkan Manajer Persitara Hary Gendhar Ruswanto diangkat menjadi Asisten Manajer Persija musim mendatang. Apalagi kepercayan Jak Mania kepada sosok Ferry Indrasyarief sudah menurun seiring hancurnya prestasi Persija musim 2008-2009.

(Muchamad Syuhada)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya