KIPER FC Andorra, Jesus Owono akhirnya buka suara setelah sempat lama terdiam pasca insiden tragis yang merenggut nyawa penyerang CD Tenerife, Jesus de Miguel di kompetisi Liga Spanyol.
Dalam laga Segunda Division yang mempertemukan FC Andorra vs Tenerife, sebuah benturan keras di atas lapangan berujung pada malapetaka yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun. Akibat insiden tersebut, penyerang berusia 30 tahun itu sempat kehilangan kesadaran sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, meninggalkan duka luar biasa bagi dunia olahraga.
Kiper FC Andorra, Jesus Owono, yang terlibat langsung dalam benturan fatal tersebut, akhirnya memecah keheningan dengan merilis pernyataan terbuka pertamanya kepada publik. Melalui akun resmi klub, penjaga gawang berusia 25 tahun itu mengungkapkan kepedihan mendalam yang ia rasakan atas kepergian tragis rekan seprofesinya tersebut.
"Hari Paling Berat dalam Hidup Saya. Hari-hari ini adalah masa tersulit dalam hidup saya. Saya kesulitan menemukan kata-kata dan sangat berat untuk memproses semua yang telah terjadi," ujar Owono, dikutip Give Me Sport dari akun resmi klub, Kamis (5/11/2026).
Owono juga menyampaikan duka cita mendalam serta memusatkan seluruh perhatiannya kepada keluarga serta orang-orang terdekat yang ditinggalkan oleh sang penyerang.
"Saya merasakan kepedihan yang luar biasa atas kehilangan Jesus. Seluruh pikiran saya tertuju kepadanya, keluarganya, serta semua orang yang mencintainya," tambahnya.
Meskipun kepolisian Spanyol dikabarkan telah membuka penyelidikan terkait prosedur hukum pasca-insiden, Owono menegaskan bahwa ia siap bertanggung jawab dan menghormati proses yang berlaku.