MANCHESTER – Manajemen Manchester United dipastikan tetap mempertahankan Michael Carrick di kursi pelatih menjelang laga krusial Liga Inggris 2026-2027 kontra Chelsea akhir pekan ini, Sabtu 31 Oktober 2026. Keputusan tersebut diambil di tengah tekanan berat akibat tren buruk Setan Merah belakangan ini.
Klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut tercatat belum pernah meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi. Kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di kandang sendiri akhir pekan lalu kian memperburuk catatan mereka, yang baru mengemas dua kemenangan dari 12 laga musim ini.
Kekalahan beruntun dari Como dan Bournemouth sempat memicu spekulasi kuat bahwa Carrick akan segera dipecat dari jabatannya. Momen emosional saat juru taktik berusia 45 tahun itu melambaikan tangan ke arah tribun Stretford End usai laga kontra Bournemouth bahkan sempat dianggap sebagai sinyal perpisahan.
Jajaran direksi Manchester United sempat menggelar rapat darurat selama dua hari berturut-turut pada Senin dan Selasa untuk membahas nasib sang manajer. Namun, konsorsium INEOS akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil langkah drastis secara terburu-buru dan tetap memberikan kesempatan kepada Carrick untuk membenahi performa tim.
Laporan internal mengindikasikan bahwa manajemen sebenarnya telah menyusun rencana dengan mempertimbangkan nama-nama seperti Fabian Hurzeler, Eddie Howe, dan Julian Nagelsmann. Kendati demikian, sejumlah kendala mencuat, Hurzeler menolak mengambil alih tim di pertengahan musim, Howe membutuhkan biaya kompensasi sekira 3 juta poundsterling, sementara kapasitas Nagelsmann masih diragukan.
"Semua elemen di dalam klub saat ini berfokus penuh untuk mempersiapkan tim menghadapi pertandingan tersebut dan menunjukkan kebangkitan di atas lapangan," ungkap sumber internal terkait situasi terkini di Carrington, dikutip dari Give Me Sport, Jumat (30/10/2026).