PROFIL Teja Paku Alam, kiper tangguh Persib Bandung akan diulas Okezone. Teja Paku Alam menyita perhatian pnecinta sepakbola Indonesia. Pasalnya, ia merupakan salah satu kiper senior yang hingga kini masih memperkuat tim sebesar Persib Bandung.
Pemain kelahiran Painan, Sumatera Barat, itu telah menempuh perjalanan panjang di kancah sepakbola nasional, mulai dari Sriwijaya FC, Semen Padang FC hingga menjadi bagian penting skuad Maung Bandung.
Teja Paku Alam dikenal sebagai penjaga gawang yang kenyang pengalaman di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Sejak bergabung dengan Persib Bandung pada 2020, ia mengalami pasang surut performa.
Di musim 2025-2026, Teja kembali mendapat kepercayaan untuk tampil dan membukukan jumlah clean sheet yang tinggi. Berdasarkan data resmi I League, ia turun dalam 32 pertandingan bersama Persib Bandung di Super League 2025-2026 dengan 66 penyelamatan dan mengoleksi 18 clean sheet.
Dilansir dari data Transfermarkt, Teja Paku Alam lahir di Painan, Sumatera Barat, pada 14 Maret 1994. Pemain berkewarganegaraan Indonesia ini berposisi sebagai penjaga gawang. Berikut profil singkatnya :
Nama : Teja Paku Alam
Tempat lahir : Painan, Sumatera Barat
Tanggal lahir : 14 Maret 1994
Usia : 32 tahun
Kebangsaan : Indonesia
Posisi : Penjaga gawang
Tinggi badan : 1,77 meter
Nomor punggung : 14
Klub : Persib Bandung
Bergabung dengan Persib : 2020
Perjalanan Karier Teja Paku Alam
Perjalanan karier Teja Paku Alam bermula dari jenjang pembinaan sebelum ia menembus level profesional. Berdasarkan catatan Transfermarkt, kiper kelahiran Painan ini pernah menimba ilmu di PPLP Sumatera Barat, Deportivo Indonesia, Sriwijaya U-21, hingga PON Sumatera Selatan.
Rangkaian pembinaan itu menjadi fondasi Teja sebelum mendapat kesempatan tampil di kompetisi profesional. Namanya mulai dikenal publik lewat kiprahnya bersama Sriwijaya FC.
Sriwijaya FC menjadi salah satu klub penting dalam fase awal karier profesional Teja. Ia memperkuat tim asal Palembang tersebut sebelum akhirnya hijrah ke Semen Padang.
Data transfermarkt mencatat, Teja meninggalkan Sriwijaya dan bergabung dengan Semen Padang pada Januari 2019, tak lama setelah klub berjuluk Laskar Wong Kito itu terdegradasi.
Masa-masa di Sriwijaya menjadi tahap krusial karena Teja mulai mengumpulkan pengalaman di level kompetitif. Dari sana, ia berkembang menjadi salah satu penjaga gawang yang diperhitungkan di persepakbolaan nasional.