JAKARTA - Manchester City dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 tuduhan pelanggaran serius terhadap peraturan keuangan Liga Inggris. CEO Liga Inggris, Richard Masters, mengonfirmasi hal ini pada Selasa (29/9/2026). Ia menyatakan, temuan tersebut menunjukkan Manchester City secara sistematis melanggar aturan Liga Inggris selama hampir satu dekade.
Putusan panel independen menyatakan Manchester City mengatur kontrak palsu dengan mitra komersial untuk mendongkrak pendapatan komersial secara artifisial, melansir ESPN, Rabu (30/9/2026). Manchester City juga menyerahkan laporan keuangan yang tidak akuratuntuk menyembunyikan kondisi keuangan yang sebenarnya, serta melanggar batas pengeluaran Premier League dan UEFA secara "signifikan".
Klub berjuluk The Citizens itu dinyatakan bersalah karena telah menggelembungkan pendapatan komersial klub sebesar £830 juta (USD1,08 miliar) antara tahun 2009 dan 2018. Dalam dokumen pernyataan sepanjang 1.545 halaman itu, Liga Inggris menyatakan sanksi akan diputuskan dalam sidang terpisah yang digelar komisi independen. Manchester City menghadapi kemungkinan pengurangan poin dalam jumlah besar dan denda, dengan Liga Inggris memiliki wewenang untuk menjatuhkan sanksi terberat berupa pengeluaran klub dari liga.
City senantiasa membantah melakukan kesalahan dan menyatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa mereka "kecewa dan terkejut" dengan putusan tersebut. Klub menegaskan akan mengajukan banding atas putusan itu dan menyatakan akan berjuang "tanpa henti" untuk membersihkan nama mereka.
City dituduh melakukan serangkaian pelanggaran keuangan dari tahun 2009 hingga 2018. Manchester City bertransformasi menjadi kekuatan global yang memecahkan rekor serta memenangkan berbagai gelar Liga Inggris dan Liga Champions.
Pelanggaran-pelanggaran tersebut mencakup kegagalan dalam memberikan informasi keuangan yang akurat dan pengajuan angka yang digelembungkan untuk kesepakatan sponsor dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, serta penyembunyian pembayaran dan pelanggaran aturan keuangan yang ditetapkan oleh Liga Inggris dan UEFA (badan pengatur sepak bola Eropa). Aturan keuangan ini bertujuan menjaga stabilitas keuangan klub agar tidak membelanjakan dana melebihi kemampua.
Pada periode 2009 dan 2018, Manchester City melaporkan total pendapatan komersial sebesar 949,94 juta poundsterling (USD1,25 miliar) dari sponsor asal Abu Dhabi. Namun, panel menemukan hanya 119,25 juta poundsterling (USD157 juta) dari jumlah tersebut yang benar-benar dibayarkan oleh pihak sponsor.
Selama periode sembilan tahun tersebut, City merekrut sejumlah pemain bintang—termasuk Carlos Tevez, Sergio Agüero, Kevin De Bruyne, dan David Silva—serta menunjuk Pep Guardiola sebagai manajer pada 2016.
City juga menghadapi berbagai tuduhan lain terkait kegagalan mereka untuk bekerja sama dalam penyelidikan yang berlangsung antara tahun 2018 dan 2023.
"Komisi independen telah menyatakan Manchester City bersalah atas semua tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap peraturan keuangan Liga Premier selama periode sembilan musim," demikian pernyataan pihak liga, "serta sebagian besar tuduhan terkait kegagalan klub untuk bekerja sama dalam penyelidikan liga."
Masters, yang sempat dikritik karena lamanya waktu yang dibutuhkan untuk meminta pertanggungjawaban City, menyatakan bahwa putusan ini merupakan "pembenaran" atas keputusan untuk mengambil tindakan terhadap klub tersebut. "Kasus disipliner dan keputusan ini merupakan yang paling signifikan dalam sejarah Liga Inggri," ujar Masters.
Sementara itu, Manchester City akan mengambil langkah banding.
"Proses di Premier League masih berlangsung, dengan sejumlah aspek penting yang belum rampung. Manchester City FC kini akan menempuh jalur banding yang tersedia, dengan alasan bahwa pendapat tersebut memuat kekeliruan materiil yang nyata—baik dari segi hukum, prinsip, maupun fakta—sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan,” demikian pernyataan klub.
"Selama delapan tahun, Klub telah dengan tekun menghormati prosedur yang berlaku, dengan keyakinan bahwa Dewan dan jajaran Eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, imparsial, dan adil, serta bebas dari pengaruh pihak-pihak tertentu."
"Persoalan ini telah berlarut-larut begitu lama sehingga penting untuk mengingatkan kembali bahwa keseluruhan kasus yang diajukan Liga Inggris terhadap kami didasarkan pada satu tuduhan keliru semata; yakni bahwa dana pribadi pemilik klub secara diam-diam disuntikkan ke dalam klub melalui sejumlah sponsor dari Abu Dhabi," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.