Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyaris Dipermalukan AS Roma, Inter Milan Bangkit Gara-Gara Christian Chivu Ngamuk di Ruang Ganti

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Minggu, 20 September 2026 |12:43 WIB
Nyaris Dipermalukan AS Roma, Inter Milan Bangkit Gara-Gara Christian Chivu Ngamuk di Ruang Ganti
Suasana laga AS Roma vs Inter Milan di Liga Italia 2026-2027. (Foto: Instagram/inter)
A
A
A

ROMA Inter Milan kembali memperlihatkan mentalitas tangguh setelah berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol saat bertandang ke markas AS Roma. Laga matchday kelima Liga Italia 2026-2027 di Stadio Olimpico, pada Sabtu 19 September 2026 malam WIB tersebut akhirnya harus ditutup dengan skor sama kuat 2-2.

Nerazzurri –julukan Inter– sempat berada di bawah tekanan besar sepanjang babak pertama setelah Manu Kone memborong dua gol bagi tim tuan rumah. Situasi tertinggal 0-2 ini menandai tren negatif di mana Inter selalu kebobolan dua gol lebih dulu dalam empat pertandingan terakhir mereka.

Meski demikian, sang juara bertahan Serie A menunjukkan reaksi luar biasa selepas turun minum melalui dua gol balasan dari sang kapten, Lautaro Martinez. Hasil imbang ini membuat Inter tetap bertahan di papan atas klasemen sementara musim ini, tepatnya di posisi kedua dengan 13 poin.

1. Teguran Keras di Ruang Ganti

Usai laga, pelatih Inter, Cristian Chivu mengakui dirinya memberikan instruksi serta evaluasi yang sangat keras kepada para pemainnya saat jeda pertandingan. Ia merasa penampilan babak pertama anak asuhnya jauh dari standar yang diharapkan.

"Saya akan mulai dari babak kedua, karena saya mengatakan kepada para pemain apa yang saya pikirkan tentang itu saat istirahat babak pertama dan itu tetap menjadi urusan di antara kami," ujar Chivu kepada DAZN Italia, dikutip Minggu (20/9/2026).

AS Roma vs Inter Milan. (Foto: Instagram/inter)
AS Roma vs Inter Milan. (Foto: Instagram/inter)

"Saya akan fokus pada babak kedua, yang mana dari segi sikap, kegigihan, dan karakter, performa tim sungguh luar biasa. Kami menghadapi lawan yang hebat. Kami tahu arti penting Roma, dan itu adalah pertandingan yang menghibur,” tambahnya.

Pelatih asal Rumania tersebut menegaskan teguran tersebut merupakan bentuk kejujuran demi kebaikan tim. Ia yakin para pemainnya memahami betul pesan yang disampaikannya demi mengubah jalannya laga di paruh kedua.

 

2. Evaluasi Lini Pertahanan

Meski memuji daya juang timnya di paruh kedua, Chivu tetap menyoroti kelemahan krusial terkait lambatnya adaptasi tim terhadap intensitas lawan di awal laga. Ia menekankan perlunya perbaikan signifikan, terutama dalam fase bertahan tanpa penguasaan bola.

AS Roma vs Inter Milan. (Foto: Instagram/inter)
AS Roma vs Inter Milan. (Foto: Instagram/inter)

"Kita harus tampil lebih baik dalam pendekatan awal dan memahami intensitas lawan. Saya tidak menuntut kita melampaui mereka, tetapi setidaknya menyamai intensitas itu," tegas Chivu.

“Saya tidak akan mengatakan apa yang saya katakan di ruang ganti, semua orang tahu apa yang tidak kita lakukan di babak pertama. Selalu ada dua fase, dengan dan tanpa bola, dan kita harus bermain lebih baik tanpa bola,” tutupnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement