“Kami jelas memiliki kendala dalam penyelesaian akhir di sepertiga akhir lapangan. Seperti pernah disampaikan Arne Slot saat melatih Liverpool musim lalu, sangat sulit membongkar pertahanan blok rendah. Jika Liverpool saja kesulitan menghadapinya, tim seperti PSIM menghadapi tantangan serupa,” tutur Van Gastel.
PSIM juga tidak ingin terlalu terpaku pada hasil pertemuan dengan Persita pada musim sebelumnya. Van Gastel menilai kondisi kedua tim saat ini sudah berbeda karena masing-masing telah melakukan perubahan komposisi pemain.
“Untuk musim ini, kami mendatangkan beberapa pemain berprofil berbeda demi mengatasi kendala musim lalu. Setiap musim komposisi skuad selalu berbeda, jadi hasil musim lalu tidak lagi relevan. Yang terpenting adalah kami mempersiapkan diri secara matang,” ucap mantan pelatih Besiktas FC tersebut.
Persiapan menghadapi Persita juga dilakukan dengan menganalisis permainan calon lawannya tersebut. Van Gastel mengaku telah mempelajari pertandingan Persita pada musim lalu untuk mengantisipasi strategi yang akan digunakan pada laga pembuka.
“Saya sudah meninjau kembali laga-laga melawan mereka musim lalu. Mengingat Persita masih ditangani pelatih kepala sama, saya berasumsi dia mempersiapkan timnya lewat cara serupa, dan kami mempertimbangkan setiap detail agar meraih hasil positif besok,” katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.