Memasuki babak kedua, Persebaya Surabaya tampil menggebrak sejak awal pertandingan. Akan tetapi, Persib tampil solid sepanjang awal pertandingan babak kedua.
Serangan balik menjadi andalan Maung Bandung hingga pertengahan babak kedua. Persib mulai berani keluar dari tekanan dengan mengandalkan transisi cepat.
Igor Tolic memasukkan Mariano Peralta untuk menambah kreativitas serangan Persib. Kehadiran pemain asal Argentina itu cukup berdampak positif, beberapa kali pertahanan Persebaya direpotkan oleh Peralta.
Bajul Ijo kini bermain lebih hati-hati. Tekanan berbalik untuk Persebaya. Tim besutan Bernardo Tavares mengandalkan serangan balik dengan umpan panjang untuk mendobrak pertahanan Persib.
Francisco Rivera menjadi aktor utama di balik umpan-umpan panjang Persebaya. Meski demikian, tidak ada gol tambahan tercipta hingga pertandingan babak kedua dinyatakan selesai. Laga pun harus dilanjutkan pada babak perpanjangan waktu.
Pada babak perpanjangan waktu, jual beli serangan langsung tersaji sejak awal pertandingan. Kedua tim tampak sudah kelelahan, tetapi tetap berupaya untuk mencetak gol.
Petaka datang untuk Persib pada menit ke-112. Maung Bandung harus kehilangan Mariano Peralta usai diganjar kartu merah langsung. Eks pemain Borneo FC itu dihukum kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras.
Akhirnya, tidak ada gol tambahan hingga babak perpanjangan waktu selesai. Persib dan Persebaya harus melanjutkan duel dalam babak adu penalti.
Di babak tos-tosan, enam dari tujuh penendang Persebaya sukses menuntaskan tugasnya dengan baik. Sementara itu, hanya lima dari tujuh penendang Persib yang sukses mengeksekusi penalti. Hasil ini memastikan Persebaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026.