GIANYAR - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengakui anak asuhnya harus berjuang keras untuk mendapatkan tiket final Piala Presiden 2026. Tavares mengungkapkan, para pemainnya hanya mengandalkan mentalitas lantaran fisik dalam kondisi kelelahan.
Persebaya Surabaya sukses melaju ke final Piala Presiden 2026. Kepastian itu didapat setelah Bajul Ijo -julukan Persebaya- merebut kemenangan atas Arema FC 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Selasa 4 Agustus 2026 kemarin.
Gol semata wayang untuk Persebaya dicetak oleh Yuran Fernandes (45+6') lewat tandukan keras setelah menerima umpan Francisco Rivera. Meski berhasil menang, Tavares mengakui ini merupakan laga yang sulit untuk timnya.
Musabab jadwal yang padat, Tavares mengungkapkan anak asuhnya hanya mengandalkan daya juang dan mental pantang menyerah. Dia pun bersyukur pasukannya mampu menyudahi perlawanan Arema FC.
"Ini pertandingan yang sangat sulit. Intensitasnya tinggi dan dipenuhi banyak duel serta emosi. Para pemain datang ke laga ini dalam kondisi kelelahan, tetapi malam ini mereka menunjukkan karakter sebagai pejuang," tutur Tavares dilansir dari laman resmi Persebaya Surabaya, Rabu (5/8/2026).
"Saya bangga dengan sikap dan kerja keras yang mereka tampilkan di lapangan," tambahnya.
Pelatih asal Portugal itu menilai Persebaya tampil disiplin sepanjang pertandingan melawan Arema FC. Namun, dia juga menyoroti penyelesaian akhir yang kurang efisien.
"Yang terpenting kami bisa mencetak gol lebih dulu. Kami juga memiliki beberapa peluang untuk menambah keunggulan, tetapi belum mampu memanfaatkannya. Meski begitu, saya sangat puas dengan kerja keras seluruh pemain," ujar Tavares.