Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APPI Kritik Jadwal Padat Piala Presiden 2026: Kesehatan dan Keselamatan Pemain Jadi yang Utama

Cikal Bintang , Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2026 |13:32 WIB
APPI Kritik Jadwal Padat Piala Presiden 2026: Kesehatan dan Keselamatan Pemain Jadi yang Utama
APPI mengkritik jadwal padat di Piala Presiden 2026 (Foto: Instagram/@officialpialapresiden)
A
A
A

JAKARTA – Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengkritik jadwal padat di Piala Presiden 2026. Mereka menegaskan, kesehatan dan keselamatan pemain harus jadi yang utama.

Piala Presiden 2026 kini sudah melalui babak semifinal. Dua pertandingan babak empat besar berlangsung pada Selasa 4 Agustus 2026.

Francisco Rivera membantu Persebaya Surabaya lolos final Piala Presiden 2026 officialpersebaya

Dua pertandingan itu adalah Persib Bandung vs Persija Jakarta yang berakhir 2-1, serta Persebaya Surabaya vs Arema FC yang berkesudahan 1-0. Maung Bandung serta Bajul Ijo melaju ke final.

Sementara, Persija dan Arema FC akan bersua di laga perebutan tempat ketiga. Yang menjadi sorotan, pertandingan perebutan tempat ketiga dan final digelar hanya dua hari setelah babak empat besar atau Kamis 6 Agustus 2026.

1. Minim Waktu Istirahat

Artinya, para pemain hanya mempunyai waktu istirahat satu hari untuk mempersiapkan laga berikutnya. Hal ini yang menjadi perhatian. Melansir akun Instagram resmi APPI (@appi.official), Rabu (5/8/2026), mereka memandang jadwal laga Piala Presiden 2026 terlampau padat. 

"APPI memandang jadwal pertandingan dengan jeda pemulihan sekitar satu hari perlu menjadi bahan evaluasi. Terlebih Piala Presiden merupakan turnamen pramusim, yaitu fase ketika pemain masih dalam proses membangun kondisi fisik, meningkatkan kapasitas kebugaran, serta beradaptasi dengan intensitas latihan dan pertandingan setelah masa jeda kompetisi," tulis APPI.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement