JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membuka peluang larangan suporter tandang dicabut pada Super League 2026-2027. Tapi, kebijakan tersebut akan tetap disertai dengan syarat khusus yang harus dipenuhi oleh operator kompetisi dan klub.
Larangan suporter untuk datang dalam pertandingan tandang sudah diberlakukan sejak 2022. Kebijakan tersebut berlaku total setelah peristiwa kelam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada awal Oktober 2022.

Insiden setelah pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya itu menyebabkan 135 suporter meregang nyawa. Tragedi itu membuat FIFA menaruh perhatian khusus pada sepakbola Indonesia.
Hampir empat tahun berlalu, kini larangan suporter tandang berpeluang dicabut. Erick mengatakan, operator kompetisi sudah memaparkan rencana kebijakan tersebut berlaku mulai musim 2026-2027.
"Liga (operator Liga) sudah bicara dengan kami, mereka coba (mencabut larangan suporter tandang) dilakukan pada saat nanti liga. Pada saat liga," kata Erick kepada awak media, termasuk Okezone di Senayan, Jakarta pada Senin (6/7/2026).
Pria yang juga Menpora RI itu mengungkapkan, PSSI sudah mendorong usulan pencabutan larangan suporter tandang kepada FIFA. Menurut Erick, FIFA memberikan catatan dan persyaratan khusus atas kebijakan tersebut.
"Dan kami dari PSSI sudah coba bicara dengan FIFA tentunya. FIFA memberi catatan yang cukup kompleks dan mengingatkan noda hitam yang pernah terjadi di Indonesia mengenai sepakbola kita, dan itu juga di dunia, harus tetap diingat," tutur Erick.
"Artinya, saya sudah ingatkan liga, PSSI sudah berupaya, FIFA terbuka, dan saya minta liga dan klub bertanggung jawab dengan tadi keputusannya kalau ini ada away dan sewaktu-waktu itu bisa dicabut kembali," tukas mantan Presiden Inter Milan tersebut.