DUO Persija Jakarta, Witan Sulaeman dan Rayhan Hannan, antusias dengan kehadiran pelatih anyar Shin Tae-yong. Mereka pun tak sabar merasakan tangan dingin sang juru taktik.
Shin akan memimpin Persija menghadapi kompetisi musim baru setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala. Penunjukan tersebut menjadi awal perjalanan baru bagi klub dalam membangun skuad yang lebih kompetitif.

Witan bukan sosok yang asing dengan metode kepelatihan Shin. Pemain asal Palu, Sulawesi Tengah, itu telah bekerja sama saat memperkuat Timnas Indonesia, baik di level kelompok umur maupun tim senior.
Sementara itu, Hannan juga pernah merasakan arahan Shin bersama Timnas Indonesia. Gelandang muda Persija tersebut sempat dipanggil pada ajang Piala AFF 2024.
Witan mengaku tidak sabar menjalani latihan perdana bersama Shin di Persija. Ia berharap dapat memberikan kontribusi maksimal demi membantu Macan Kemayoran meraih prestasi.
"Tentunya saya antusias dengan hadirnya STY ini. Saya menantikan latihan perdana dan bisa sukses bersama Persija,” kata Witan dikutip dari laman resmi iLeague, Kamis (2/7/2026).
Menurut Witan, perpaduan pemain senior dan talenta muda menjadi salah satu kekuatan yang bisa dimaksimalkan Persija musim depan. Ia menilai keseimbangan komposisi skuad akan sangat membantu tim menghadapi persaingan kompetisi.
“Sebagai pemain yang lebih berpengalaman, saya rasa sangat bagus bisa membantu kedalaman skuad,” ujarnya.

Bagi Hannan, kehadiran Shin menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk terus berkembang. Musim 2026-2027 akan menjadi musim keempatnya bersama tim senior Persija .
Sejak promosi ke tim utama pada Liga 1 2023-2024, Hannan telah bekerja sama dengan beberapa pelatih. Ia pernah merasakan arahan Thomas Doll, Carlos Pena, Mauricio Souza, dan kini bersiap menjalani latihan di bawah komando Shin.
Hannan menilai pergantian pelatih merupakan hal yang lumrah dalam dunia sepakbola. Karena itu, ia memilih fokus beradaptasi dengan cepat dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kualitas permainannya.
“Hal itu di luar kontrol saya, saya tidak bisa mengontrol siapa pelatihnya. Yang terpenting adalah bisa beradaptasi dengan cepat dan mengikuti instruksi pelatih. Jika diberikan kesempatan untuk belajar dengan pelatih yang berbeda, saya pasti akan terus belajar dan berkembang,” tutur Hannan.
(Wikanto Arungbudoyo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.