Karena itu, penunjukan ini menjadi keberuntungan besar bagi pria asal Portugal tersebut untuk membungkam para pengkritik. Florentino Perez secara tidak langsung telah memberinya panggung megah demi membuktikan bahwa taktiknya belum usang di level tertinggi sepak bola modern.
Di sisi lain, pihak yang paling tersenyum lebar atas drama di Madrid ini tidak lain adalah Barcelona. Tim asuhan Hansi Flick yang sedang kukuh dengan skuad mudanya tentu melihat kekacauan di kubu rival sebagai sebuah keuntungan besar.
Sebelumnya, Barcelona sempat waspada ketika Real Madrid menunjuk Xabi Alonso, yang dinilai membawa filosofi permainan modern dan berbasis kerja sama tim. Namun, proyek jangka panjang tersebut langsung runtuh setelah Perez memecat Alonso secara tergesa-gesa pada Januari lalu akibat penurunan performa singkat.
Kini, dengan masuknya Mourinho ke dalam ruang ganti Madrid yang sudah terpecah belah, Barcelona berada di atas angin. Skuad kompak jebolan La Masia milik Flick diprediksi akan jauh lebih stabil dibandingkan dengan Real Madrid yang tengah dilanda konflik internal.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.