JAYAPURA - Manajemen Persipura Jayapura akhirnya resmi merilis pernyataan sikap guna merespons sanksi berlapis dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat kerusuhan penonton pada laga krusial perebut tiket promosi Super League 2026-2027. Tim kebanggaan masyarakat Papua yang akrab disapa Mutiara Hitam ini harus menerima kenyataan pahit berupa hukuman menggelar laga kandang tanpa penonton selama satu musim penuh.
Sanksi tersebut diberikan setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC pada pertandingan playoff promosi Super League, 8 Mei 2026 lalu. Kericuhan terjadi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, beberapa saat setelah laga berakhir.
Selain sanksi larangan penonton, Persipura juga dikenai denda dengan total mencapai Rp240 juta. Hukuman itu diberikan berdasarkan berbagai pelanggaran yang terjadi selama dan setelah pertandingan berlangsung.
"Kami memahami bahwa disiplin, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI merupakan bagian penting dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih baik dan profesional," keterangannya manajemen Persipura, dikutip Jumat (22/5/2026).
"Namun demikian, kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang. Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini," tambah keterangan Persipura.
Bagi manajemen Persipura, hal yang tidak kalah penting ke depannya adalah edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada para suporter, pendukung, serta penonton secara umum. Hal itu guna membangun kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana mendukung tim secara bertanggung jawab, menghormati regulasi, menjaga ketertiban, serta saling menjaga satu sama lain selama pertandingan berlangsung.
"Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama," sambung keterangan klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut.
"Persipura percaya bahwa para pendukung memiliki kecintaan dan semangat yang besar terhadap klub ini. Dengan arahan yang tepat, koordinasi yang lebih baik, serta rasa tanggung jawab bersama, kami percaya kita dapat menciptakan atmosfer sepak bola yang lebih sehat, aman, tertib, dan disiplin, yang benar-benar mencerminkan semangat sepak bola Indonesia," lanjut mereka.
Sebagai bagian dari solusi ke depan, manajemen Persipura juga berharap PSSI dapat bersama-sama dengan klub melakukan pengawasan, pendampingan, serta program sosialisasi yang lebih aktif kepada suporter dan penonton secara umum.
Persipura percaya pendekatan kolaboratif seperti workshop bersama, edukasi rutin, forum komunikasi, dan pembinaan langsung kepada komunitas suporter dapat menjadi langkah positif dalam membangun budaya sepak bola Indonesia yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.
"Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan. Satu Hati, Satu Tujuan," tutup keterangan dari manajemen Persipura.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.