Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mantan Pemain Persebaya Surabaya asal Belanda Hina Indonesia: Negara Miskin yang Gila Sepakbola!

Ramdani Bur , Jurnalis-Sabtu, 16 Mei 2026 |07:17 WIB
Mantan Pemain Persebaya Surabaya asal Belanda Hina Indonesia: Negara Miskin yang Gila Sepakbola!
Mantan pemain Persebaya Surabaya Arsenio Valpoort sebut Indonesia negara miskin. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
A
A
A

MANTAN pemain Persebaya Surabaya asal Belanda, Arsenio Valpoort, mengatakan Indonesia sebagai negara miskin yang gila sepakbola. Pendapat ini dilontarkan eks pemain SC Heerenveen setelah berkarier di paruh kedua musim Liga 1 2021-2022.

Saat itu, Arsenio Valpoort membela Persebaya Surabaya. Dari 11 pertandingan bersama skuad Bajul Ijo -julukan Persebaya Surabaya, winger kiri bertinggi 183 sentimeter ini mengemas satu gol.

Arsenio Valpoort saat diresmikan sebagai pemain Persebaya Surabaya. (Foto: Instagram/@officialpersebaya)
Arsenio Valpoort saat diresmikan sebagai pemain Persebaya Surabaya. (Foto: Instagram/@officialpersebaya)

1. Suporter Sisihkan Uang untuk Nonton di Stadion

Meski mayoritas masyarakat Indonesia tidak memiliki banyak uang, Arsenio Valpoort salut dengan suporter sepakbola Tanah Air. Arsenio Valpoort melihat suporter mati-matian demi menyaksikan pertandingan sepakbola di tribun stadion.

“Indonesia adalah negara miskin. Sepakbola adalah satu-satunya yang dimiliki orang-orang,” kata Arsenio Valpoort kepada Algemeen Dagblad, Okezone mengutip dari @perspectivefootball_id.

“Mereka (suporter di Indonesia) tidak punya banyak uang. Tetapi, jika bisa, mereka akan membeli tiket untuk pertandingan, itulah yang terpenting,” lanjut Arsenio Valpoort.

2. Kaget dengan Antuasiasme Suporter Sepakbola Indonesia

Arsenio Valpoort juga takjub dengan antusiasme suporter di Indonesia. Ia tidak mendapatkan atmosfer gila di Indonesia ketika berkarier di Belanda ataupun Hungaria.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement