JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru (I.League) resmi mengumumkan hasil club licensing cycle untuk musim 2025-2026. Mereka sekaligus merilis daftar klub-klub yang mendapatkan lisensi bermain di AFC Champions League 2 dan Super League.
Untuk kategori Super League, sebanyak 17 klub peserta musim 2025-2026 dinyatakan lolos. Hanya PSBS Biak yang tidak mendapatkan lisensi untuk kompetisi musim depan.

Sementara itu, sembilan klub Championship 2025-2026, termasuk PSIM Yogyakarta yang baru promosi musim ini, juga berhasil memperoleh lisensi Super League. Tiga klub promosi yang mendapatkan lisensi tersebut adalah Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC.
Pada kategori lisensi ACL 2, sebanyak 16 klub Super League dinyatakan lolos. Delapan klub mendapatkan status granted (lolos) dan delapan lainnya berstatus granted with sanctions (lolos dengan syarat).
Klub yang memperoleh status granted adalah PSM Makassar, Dewa United, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC, Persib Bandung, Persita Tangerang, dan Persija Jakarta. Klub-klub tersebut dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam proses licensing.
Sementara itu, Bhayangkara FC, Bali United, Arema FC, Malut United, Semen Padang, Persis Solo, Madura United, dan Persijap Jepara, mendapatkan status granted with sanctions. Mereka tetap membuat klub lolos lisensi namun terdapat catatan dan sanksi administratif yang harus dipenuhi.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra menjelaskan, proses penilaian club licensing memiliki puluhan kriteria. Penilaian tersebut dibagi ke dalam tiga kategori utama.
"Ada 40-an kriteria penilaian. Itu terbagi menjadi tiga kategori. A itu wajib dipenuhi. B itu harus dipenuhi, kalau pun tidak atau kualitasnya kurang, itu tidak mengurangi lisensi, tapi ada sanksinya dan ada catatannya," ujar Asep dalam konferensi pers di Menara Mandiri, Jakarta pada Rabu (13/5/2026).
Lebih lanjut, Asep kemudian menjelaskan kategori terakhir dalam proses penilaian lisensi klub. Menurutnya, kategori tersebut bersifat anjuran dan tidak memengaruhi hasil lisensi.
"Kalau C itu adalah best practice, jadi kalau diperankan oke, kalau pun tidak, tidak ada dampak apa-apa. Kalau sedikit analogi, wajib, sunnah, sama mubah, untuk memudahkannya," kata Asep menambahkan.

Lebih lanjut, Asep mengatakan, hasil lisensi menjadi penentu klub untuk tampil di Super League maupun ACL. Ia mencontohkan PSBS Biak yang tidak mendapatkan lisensi Super League untuk musim depan.
Namun demikian, PSBS memang dipastikan tidak tampil di Super League musim depan. Badai Pasifik telah dipastikan terdegradasi ke Championship (Liga 2) setelah hasil kompetisi musim ini.
"Nah, untuk lisensi Super League, saya bicara based on point of view dari klub yang ada sekarang ya. Dari 18 klub yang menjalani kompetensi, ada 17 klub yang granted Super League," ujarnya.
"Satunya tidak, yaitu PSBS Biak. Jadi 17-nya teman-teman bisa hitung sendiri di Super League Indonesia," imbuh Asep.
(Wikanto Arungbudoyo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.