PELATIH Timnas Indonesia, John Herdman, meminta anak asuhnya terbiasa menghadapi lawan berat. John Herdman menegaskan, kebiasaan ini akan menjadi bekal positif jika Timnas Indonesia ingin lolos Piala Dunia 2030.
Timnas Indonesia akan menghadapi sejumlah agenda penting pada 2026 dan 2027. Setelah menjadi runner-up di FIFA Series pada Maret 2026, skuad Garuda akan bersiap untuk FIFA Matchday, Piala AFF, hingga Piala Asia 2026.
Di FIFA Matchday Juni 2026, Timnas Indonesia akan menghadapi Oman pada 5 Juni, kemudian Mozambik pada 9 Juni 2026. Setelah itu, pasukan John Herdman akan mentas di Piala AFF yang bergulir pada 24 Juli-26 Agustus 2026.
Pada turnamen itu, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam, Singapura, Kamboja dan pemenang playoff antara Brunei Darussalam atau Timor Leste di Grup A. Rentetan agenda tersebut sangat krusial bagi pembangunan skuad Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030.
Kemudian yang paling penting adalah keikutsertaan di Piala Asia 2027. Turnamen itu dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2027. Skuad Garuda akan tergabung dalam grup neraka di turnamen itu.
"Piala Asia sangat penting dalam tujuan jangka panjang Indonesia karena kita harus mulai terbiasa bermain di luar Indonesia. Ini adalah langkah penting yang harus kita ambil," kata John Herdman, Okezone mengutip dari situs Kita Garuda, Senin (11/5/2026).
Di Piala Asia 2027, Timnas Indonesia dipastikan menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F. Dua dari tiga tim tersebut pernah menjadi juara turnamen. Skuad Garuda bisa dibilang bukan merupakan tim terkuat di grup tersebut.
Namun, John Herdman menegaskan Timnas Indonesia tidak boleh berkecil hati. Pelatih asal Inggris itu ingin Jay Idzes dan kolega tetap berpikir positif. Menurutnya, lawan-lawan yang kuat menjadi modal apik untuk lolos ke Piala Dunia 2030.
“Pada saat yang sama, kita juga harus terbiasa menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat dan menutup jarak yang saat ini masih ada antara Indonesia dengan Jepang atau Qatar. Jika kita ingin lolos ke Piala Dunia 2030, maka jarak itu harus diperkecil," tegas Herdman.
“Kami harus belajar mendapatkan hasil melawan lawan-lawan kuat tersebut. Semua persiapan yang kami lakukan selalu diarahkan menuju 2030. Ini tentang memberikan pengalaman kepada kelompok pemain ini," sambungnya.
"Pengalaman-pengalaman itu, baik secara individu maupun kolektif, akan terus berkembang seiring kami lebih sering bersama dalam situasi bertekanan tinggi agar siap menghadapi momen besar di Kualifikasi Piala Dunia," tuntas pelatih berusia 50 tahun itu.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.