PARIS – Langkah Liverpool di leg pertama perempatfinal Liga Champions 2025-2026 harus dimulai dengan hasil buruk. Bertandang ke markas Paris Saint-Germain (PSG), skuad asuhan Arne Slot dipaksa menyerah dengan skor meyakinkan 0-2 oleh sang juara bertahan.
PSG, yang musim lalu sukses mengangkat trofi si Kuping Besar, menunjukkan kelasnya sebagai kandidat kuat juara. Tim asuhan Luis Enrique langsung menggebrak lewat gol pembuka Desire Doue pada menit ke-11 yang sempat membentur pemain lawan.
Dominasi Les Parisiens berlanjut di babak kedua melalui gol Khvicha Kvaratskhelia, yang lahir setelah skema permainan memukau melibatkan 27 operan tanpa putus.
Dalam laga ini, Arne Slot mencoba taktik baru dengan formasi tiga bek sejajar yang dihuni Joe Gomez, Virgil van Dijk, dan Ibrahima Konate. Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez dipasang sebagai bek sayap untuk memberikan daya ledak dari sisi lapangan.
Namun, eksperimen ini justru menjadi bumerang bagi The Reds. Jeremie Frimpong menjadi pemain yang paling disorot karena penampilannya yang dianggap jauh di bawah standar.
Pemain asal Belanda itu terlihat keteteran menjaga lini pertahanan dan gagal memberikan kontribusi saat menyerang. Jurnalis ternama The Athletic, James Pearce, bahkan mengkritik buruknya umpan-umpan silang Frimpong melalui media sosialnya.
"Frimpong dan Wirtz sama-sama bersalah karena mengirimkan umpan yang buruk dari area sayap. Peluang yang menjanjikan terbuang sia-sia," tulis Pearce, dilansir dari Give Me Sport, Kamis (9/4/2026).
Frimpong akhirnya ditarik keluar pada menit ke-90 dengan statistik mengecewakan, yakni rating 6.0 versi SofaScore, yang merupakan nilai terburuk di antara seluruh pemain di lapangan.