"Kita mulai pertandingan sesuai dengan apa yang kita sudah rencanakan. Kita tahu di mana kita dapat ruang untuk kita bisa sampai ke gawang lawan. Kita bisa cetak gol dan punya satu atau dua kesempatan lagi untuk mencetak gol di gawang lawan," kata Mauricio Souza dalam konferensi pers pascalaga yang dihadiri Okezone.

"Dan apa yang seharusnya memberikan kita motivasi, malah membawa kita pada kekecewaan. Kita tiba-tiba berhenti bermain. Kita mulai memberi ruang di baris pertahanan kita yang seharusnya tidak diberikan kepada mereka. Sampai kita kebobolan satu gol dari bola di dalam kotak penalti," sambung pelatih asal Brasil.
Momentum yang hilang bertambah buruk ketika Jordi Amat terkena kartu merah. Mauricio Souza mengakui, segalanya menjadi sangat sulit meski Persija sempat unggul lewat tendangan bebas Fabio Calonego.
"Lalu di babak kedua, saya tidak punya banyak hal untuk dibicarakan lagi karena pertandingan sudah sepenuhnya terkondisi oleh kartu merah pemain kita," tutur Mauricio Souza.
"Jadi sangat sulit bermain dengan kurang satu pemain. Beberapa pemain juga belum berada pada performa terbaiknya. Dan kita dengan kurang satu pemain itu sangat sulit buat kita," tandas mantan pelatih Madura United.
Kekalahan ini membuat Persija Jakarta tertahan di posisi ketiga klasemen sementara Super League 2025-2026. Mereka kini mengoleksi 52 poin, tertinggal sembilan angka dari sang pemuncak klasemen Persib Bandung.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.