SEKSI Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan PSSI Pers mengecam dugaan intimidasi wartawan kelar laga Malut United versus PSM Makassar. Intimidasi kepada wartawan yang sedang bertugas diduga dilakukan oknum ofisial Malut United.
Insiden bermula dari para wartawan yang seperti biasa meliput pertandingan sepakbola antara Malut United versus PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara pada Sabtu 7 Maret 2026 malam WIV. Pertandingan selesai dengan skor sama kuat 3-3.
Usai pertandingan, ketegangan terjadi antara wartawan dengan oknum ofisial Malut United. Menurut keterangan SIWO PWI Pusat, salah satu wartawan yang menjadi korban adalah Irwan Djailani, jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, yang didatangi, diintimidasi, dan dipaksa menghapus rekaman video yang merupakan bagian sah dari kerja jurnalistiknya.
Tidak hanya berhenti pada intimidasi terhadap wartawan, ofisial yang sama juga meminta steward untuk mengusir sejumlah jurnalis dari area tribun, meski para wartawan tersebut telah dilengkapi dengan kartu identitas (ID Card) resmi yang dikeluarkan penyelenggara kompetisi Super League. Ketua Umum SIWO PWI Pusat, Suryansyah, mengecam keras dugaan intimidasi ini.
“Kami mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan oleh ofisial Malut United terhadap wartawan peliput. Ini bukan sekadar tindakan tidak terpuji, ini adalah pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang. Wartawan yang hadir di lapangan telah mengantongi kredensial resmi dan menjalankan tugas jurnalistik yang sah. Tidak ada satu pun pihak yang berhak menghalangi, mengancam, apalagi memaksa mereka menghapus hasil kerja jurnalistiknya," ujar Suryansyah, Okezone mengutip dari keterangan resmi SIWO PWI Pusat, Minggu (8/3/2026).
Ketua PWI Maluku Utara, Asri Fabanyo, juga mengutarakan hal senada. Ia menegaskan wartawan yang melakukan peliputan dalam pertandingan tersebut telah mengantongi kartu identitas resmi dari penyelenggara kompetisi serta dilindungi oleh undang-undang.