NEWCASTLE – Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, tak mampu menyembunyikan kegembiraannya setelah pasukannya melibas Newcastle United dengan skor 3-1 di babak kelima Piala FA 2025-2026, Minggu (8/3/2026) dini hari WIB. Meski begitu, masa ada rasa penyesalan yang membuat Guardiola kurang puas, yakni buruknya penyelesaian akhir sehingga membuat Man City gagal mencatatkan kemenangan yang lebih besar lagi.
Padahal, hasil ini tidak hanya menjaga ambisi Quadruple mereka tetap hidup, tetapi juga diklaim sebagai performa terbaik The Citizens di kandang Newcastle selama 10 tahun masa kepemimpinan Guardiola di Inggris.
Meski sempat tertekan di 20 menit awal, Man City berhasil bangkit lewat aksi Savinho. Penyerang asal Brasil tersebut mencetak gol penyeimbang dalam penampilan perdananya sebagai starter setelah absen lebih dari dua bulan.
Momentum tersebut kemudian disempurnakan oleh Omar Marmoush yang memborong dua gol tambahan. Ketajaman Marmoush musim ini benar-benar menjadi momok bagi The Magpies, di mana empat dari enam golnya sejauh ini bersarang di gawang tim asuhan Eddie Howe.
Guardiola pun memberikan pujian khusus kepada pemain yang jarang mendapat menit bermain, termasuk bek Nathan Ake yang tampil sangat disiplin menjaga lini belakang.
"Sangat menyenangkan bisa tetap bertahan di berbagai kompetisi karena ini membuat semua pemain bisa terlibat," ujar Guardiola, dilansir dari Manchester Evening News, Minggu (8/3/2026).
Meski bangga dengan konsentrasi dan perilaku pemainnya baik saat menyerang maupun bertahan, Guardiola meninggalkan St James' Park dengan satu ganjalan. Pelatih asal Spanyol tersebut menyoroti banyaknya peluang emas yang terbuang sia-sia, terutama saat pemainnya berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.