Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Chelsea Dituduh Menang Curang atas Leeds United di Semifinal Piala FA 2025-2026: Calum McFarlane Pakai Taktik Licik!

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Senin, 27 April 2026 |09:29 WIB
Chelsea Dituduh Menang Curang atas Leeds United di Semifinal Piala FA 2025-2026: Calum McFarlane Pakai Taktik Licik!
Chelsea di Piala FA 2025-2026. (Foto: Instagram/chelseafc)
A
A
A

LONDON – Pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane dituduh melakukan taktik licik usai timnya menang 1-0 atas Leeds United di semifinal Piala FA 2025-2026, pada Minggu 26 April 2026 malam WIB. Menurut laporan dari Give Me Sport, sosok yang menggantikan peran pelatih Liam Rosenior itu menjadi sorotan publik akibat pengakuan jujurnya mengenai taktik membuang-buang waktu yang dianggap tidak sportif.

Kemenangan tipis Chelsea itu ditentukan oleh sundulan Enzo Fernandez di babak pertama yang gagal dibalas oleh Leeds. Namun, bukan gol tersebut yang menjadi buah bibir, melainkan instruksi dari pinggir lapangan yang memicu perdebatan mengenai integritas permainan di era modern.

1. Instruksi Rahasia

Kritik tajam menghujani McFarlane setelah ia tertangkap kamera memberikan instruksi kepada bek tengah Chelsea, Tosin Adarabioyo agar meminta kiper Robert Sanchez menjatuhkan diri dengan alasan cedera. Taktik ini sengaja dilakukan untuk menghentikan aliran bola, membuang waktu, sekaligus memberikan kesempatan bagi staf pelatih untuk memberikan instruksi taktikal terbaru kepada para pemain di lapangan.

Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, pelatih berusia 40 tahun itu secara blak-blakan mengakui perbuatannya. Ia menyebut hal tersebut sebagai peluang untuk menyebarkan informasi krusial kepada skuadnya di tengah tekanan lawan.

Chelsea di Semifinal Piala FA 2025-2026. (Foto: Instagram/chelseafc)
Chelsea di Semifinal Piala FA 2025-2026. (Foto: Instagram/chelseafc)

“Sejujurnya, saya tidak yakin tentang keributan itu. Saya menggunakan kesempatan itu untuk berbicara dengan para pemain dan mendapatkan beberapa informasi yang kami rasa perlu, jadi saya tidak mengetahui adanya keributan, maaf,” ujar McFarlane, dikutip dari Football London, (27/4/2026).

Meski taktik ini kian umum ditemukan dalam sepak bola modern, pengakuan terbuka McFarlane memicu kemarahan fans yang menganggap tindakan tersebut mencoreng nilai-nilai sportivitas.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement