STOKE-ON-TRENT – Sepakbola kadang tidak masuk akal. Setelah mendominasi penuh, Sunderland menjadi korban kekejaman terbesarnya setelah kalah dari tim divisi ketiga Liga Inggris, Port Vale, 0-1 di putaran kelima Piala FA 2025-2026.
Pertandingan itu berlangsung di Vale Park, Stoke-on-Trent, Inggris pada Minggu 8 Maret 2026 malam WIB. Bermain sebagai tim tamu, The Black Cats harus tersingkir dari turnamen setelah Port Vale mencetak gol tunggal via Ben Waine (28’).

Padahal, Sunderland mendominasi sepanjang pertandingan. Kekalahan ini terasa seperti mimpi buruk bagi tim berkostum merah-putih itu. Statistik menunjukkan tim tamu menguasai segalanya, kecuali satu hal yang paling penting yakni skor akhir.
Sunderland tampil super dominan dengan 65% penguasaan bola dan melepaskan 469 operan, berbanding jauh dengan Port Vale yang hanya mencatatkan 195 umpan dengan akurasi 61%. Mereka memberondong gawang tuan rumah dengan 14 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran (on target).
Kiper Port Vale dipaksa bekerja keras jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Namun, yang terjadi di menit ke-28 adalah definisi sejati dari ‘efektivitas yang mematikan’. The Valiants, yang sepanjang laga cuma bertahan total, melancarkan satu serangan balik dan Waine sukses mencetak gol.
Selepas pertandingan, pelatih Regis Le Bris mengakui kehebatan Port Vale yang bermain efektif sepanjang pertandingan. Ia mengatakan, timnya terlalu naif untuk bermain agresif.