KLUB raksasa Portugal, Benfica, baru saja merilis pernyataan resmi untuk meredam spekulasi panas terkait pemain muda mereka, Gianluca Prestianni. Laporan terbaru mengklaim pemain berusia 20 tahun itu telah mengakui kepada rekan setimnya bahwa ia melontarkan ejekan rasis kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga play-off 16 besar Liga Champions 2025-2026 pada pertengahan Februari lalu.
Dugaan insiden tersebut memicu kemarahan publik setelah Vinicius melaporkan adanya penghinaan kepada wasit Francois Letexier, yang sempat menghentikan pertandingan selama 10 menit sebagai bagian dari protokol anti-rasisme UEFA.
Menanggapi laporan yang beredar luas di Portugal, Benfica dengan tegas membantah Prestianni telah mengakui kesalahan tersebut kepada struktur klub maupun skuad. Benfica menegaskan informasi yang menyebut sang pemain mengaku menyebut Vinicius dengan sebutan monyet adalah tidak akurat.
"Benfica dengan tegas membantah pemain Prestianni telah menyampaikan kepada skuad atau struktur klub bahwa ia telah melontarkan hinaan rasis kepada pemain Real Madrid, Vinicius Jr," tulis pernyataan resmi klub sebagaimana dikutip dari Sky Sports, Jumat (27/2/2026).
Benfica menambahkan bahwa Prestianni memang telah meminta maaf kepada rekan setimnya, namun bukan karena mengakui rasisme, melainkan menyesali dimensi dan konsekuensi dari insiden tersebut yang telah mengganggu kondusifitas tim.
Meski Prestianni terus menegaskan dirinya tidak bersalah melalui media sosial, UEFA tetap menjatuhkan skorsing sementara satu pertandingan. Akibatnya, pemain asal Argentina itu terpaksa absen saat Benfica bertandang ke Bernabeu pada Kamis 26 Februari 2026 lalu.
Tanpa kehadirannya, Benfica pun harus tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 1-2 dari Real Madrid (agregat 1-3), di mana Vinicius kembali mencetak gol penentu kemenangan pada lag leg kedua tersebut.
Saat ini, proses investigasi masih terus berjalan. Sesuai regulasi perilaku diskriminatif UEFA, jika terbukti bersalah melakukan pelecehan rasis, Prestianni terancam hukuman berat berupa larangan bertanding minimal 10 pertandingan.
Namun, otoritas sepak bola Eropa tersebut menekankan larangan sementara yang dijatuhkan saat ini bersifat non-prasangka, yang berarti Prestianni tetap berhak mendapatkan persidangan yang adil untuk membela diri.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.