ASISTEN pelatih Timnas Indonesia, Simon Grayson, mengaku punya tugas unik dari John Herdman. Ia mengklaim sebagai mata dari langit alias memantau Skuad Garuda dari sudut pandang yang berbeda.
“Peran saya adalah jadi 'mata di langit' dalam sebuah pertandingan. Saya melihat ke bawah dan berkomunikasi dengan bangku cadangan apa yang mesti dilakukan dalam menyerang dan bertahan,” kata Grayson dikutip dari kanal YouTube Astro Arena, Jumat (17/4/2026).

Peran tersebut membuat Grayson memikul tanggung jawab penting dalam membaca jalannya pertandingan secara menyeluruh. Eks manajer Sunderland itu mengamati pergerakan tim sendiri dan lawan sebelum memberikan masukan langsung kepada tim pelatih di bangku cadangan.
Selain saat laga berlangsung, komunikasi dengan pelatih kepala juga menjadi bagian penting dalam pekerjaannya. Grayson menegaskan momen jeda turun minum dimanfaatkan secara maksimal untuk berdiskusi singkat.
“Saya perlu dua menit khusus untuk berdiskusi dengan John (Herdman) di jeda turun minum untuk membicarakan persiapan dan kondisi lawan,” ungkap Grayson.
Menurutnya, analisis yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kualitas individu pemain lawan. Asisten pelatih berusia 56 tahun itu juga menilai pentingnya memahami kekuatan dan kelemahan tim secara keseluruhan.
“Ini bukan hanya soal memerhatikan bakat pemain lawan, tapi juga kekuatan dan kelemahan mereka. Ya, ini pengalaman yang menyenangkan,” jelas Grayson.
Ketika ditanya mengenai fokus awal saat menerima pekerjaan di Timnas Indonesia, Grayson menyoroti pentingnya detail dalam memahami filosofi permainan. Ia menyebut pendekatan taktik yang dibawa pelatih kepala menjadi hal yang harus dipelajari secara mendalam.