LECCE – Inter Milan terus menunjukkan dominasi tak tergoyahkan di Liga Italia setelah mencatatkan kemenangan tandang kesembilan berturut-turut di markas Lecce. Meski sempat kesulitan membongkar pertahanan tuan rumah hingga menit ke-75, armada Nerazzurri akhirnya pulang dengan poin penuh usai menang 2-0 lewat skema bola mati yang mematikan.
Kemenangan di pekan ke-26 Liga Italia 2025-2026 tersebut menjadi modal krusial bagi tim asuhan Cristian Chivu sebelum melakoni laga hidup-mati di kancah Eropa tengah pekan nanti. Tak heran, Chivu pun merasa senang dengan hasil di markas Lecce tersebut.
Laga di Stadio Via del Mare diwarnai dengan atmosfer panas, terutama bagi bek Alessandro Bastoni yang terus dicemooh pendukung tuan rumah menyusul insiden kartu merah Pierre Kalulu pada laga kontra Juventus sebelumnya. Namun, Chivu pasang badan dan menegaskan masalah tersebut sudah selesai.
"Bagi saya, itu sudah lewat. Saya menghargai profesionalisme Bastoni. Dia mengakui kesalahannya, meminta maaf, dan sadar bahwa kepentingan tim adalah yang utama," ujar Chivu kepada DAZN Italia, dikutip Minggu (22/2/2026).
Di sisi lain, Inter harus tampil tanpa sang kapten, Lautaro Martinez, yang menepi akibat cedera otot soleus. Meski lini depan kehilangan mesin gol utamanya, Chivu memuji peran Marcus Thuram yang bekerja keras menahan bola, serta kontribusi Davide Frattesi yang menjaga keseimbangan tim.
Ketajaman bola mati menjadi kunci, di mana eksekusi Federico Dimarco berujung pada gol Henrikh Mkhitaryan dan Manuel Akanji.
“Kami ingin memanfaatkan bola mati sebaik mungkin, karena kami banyak melakukannya hari ini dan sayang sekali kami tidak melakukannya dengan lebih baik di babak pertama. Kami memiliki pemain yang tahu cara menyerang ruang kosong, tetapi yang terpenting adalah kaki kiri Fede yang luar biasa, yang tahu cara mengirimkan bola ke gawang,” tambahnya.