Hukuman ini tidak hanya akan menghancurkan reputasi Persib yang sedang dibangun di level Asia, tetapi juga merusak kepercayaan sponsor. Jika pengulangan pelanggaran dianggap sudah masuk dalam kategori darurat, masa depan klub di kompetisi internasional benar-benar berada di ujung tanduk.
Selama melakoni laga di ACL 2, Persib sebenarnya mencatatkan pemasukan finansial yang sangat menggiurkan. Dari uang partisipasi fase grup hingga bonus kelolosan ke 16 besar dan hasil kemenangan, Maung Bandung diperkirakan telah mengantongi total sekitar Rp10,1 miliar.
Namun, pundi-pundi rupiah ini terancam tergerus habis. Berdasarkan regulasi AFC, pelanggaran keamanan serius seperti penyerangan wasit dan pemain lawan dapat berujung pada denda bernilai miliaran rupiah.
Jika Komite Disiplin menjatuhkan denda maksimal, maka keuntungan finansial yang sudah susah payah diraih di lapangan terancam hilang hanya untuk membayar sanksi.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.