“Woy, mana permintaan maafmu,” ucap akun @ibhul_shince.
“Ayo gaes serang,” @lavecchiasignora13.act memanaskan suporter Garuda.
“Flare suporter kalian, mengenai goalkeeper kami timnas Indonesia. Mana permintaan maafnya? Apakah ada sanksi buat klub kalian?” tambah akun @yasirmfauzi.
Menyadari situasi yang tidak kondusif, kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, langsung pasang badan. Mewakili tim, penyerang asal Argentina itu menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada Emil Audero dan pihak Cremonese. Lautaro mengingatkan bahwa keselamatan pemain adalah hal yang paling utama.
“Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi. Pesepakbola juga manusia. Kami meminta maaf kepada Audero, yang pernah berjuang bersama kami meraih scudetto ke-20,” tegas Lautaro usai laga, dilansir dari Football Italia, Selasa (3/2/2026).
Pelatih Inter, Cristian Chivu, juga sempat terekam kamera meminta suporternya untuk tertib demi menjaga nama baik klub. Pada akhirnya, Inter Milan berhasil memenangkan laga dengan skor 2-0 lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski, namun kemenangan tersebut terasa hambar akibat tindakan tak terpuji pendukung mereka yang kini menuai sanksi sosial dari masyarakat Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)