"Saudaraku, hari ini tidak ada maksud personal. Saya terbawa emosi dan itu tidak baik. Saya minta maaf atas tindakan itu dan semoga beruntung di musim ini," kata Rafael kepada Spasojevoc.
"Aman saja saudaraku, kesalahan adalah bagian dari permainan, kita belajar dari itu dan move on. Semoga beruntung dan lakukan yang terbaik. Kamu adlaah masa depan sepakbola Indonesia" tutur Spasojevic.
Sikap dewasa yang ditunjukkan oleh Spasojevic menjadi bukti nyata kedewasaannya sebagai pemain senior di Liga Indonesia. Ia bahkan menyelipkan doa dan harapan agar juniornya tersebut bisa terus berkembang demi kepentingan nasional.
Spasojevic pun berharap Rafael bisa menjadi striker andalan Timnas Indonesia di masa depan. Kehangatan dua sosok ujung tombak ini tentu menunjukkan keharmonisan di Timnas Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)