Share

Kisah Kurniawan Dwi Yulianto, Batal Jadi Pebulu Tangkis dan Muncul Jadi Bomber Mematikan Timnas Indonesia

Hakiki Tertiari , Okezone · Rabu 25 Januari 2023 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 51 2752772 kisah-kurniawan-dwi-yulianto-batal-jadi-pebulu-tangkis-dan-muncul-jadi-bomber-mematikan-timnas-indonesia-jT7LPnB7qL.jpg Berikut kisah Kurniawan Dwi Yulianto yang batal jadi pebulu tangkis dan muncul jadi bomber mematikan Timnas Indonesia (Foto: Instagram/@kurniawanqana)

KISAH Kurniawan Dwi Yulianto, batal jadi pebulu tangkis dan muncul jadi bomber mematikan Timnas Indonesia menarik untuk dikulik. Siapa sangka salah satu legenda Timnas Indonesia, Kruniawan Dwi Yulianto dulunya hampir jadi atlet bulu tangkis nasional.

Kurniawan Dwi Yulianto kecil hidup bersama orang tua yang bukan berlatar belakang sepakbola. Dulu, orang tua Kurniawan tak mendukungnya untuk meniti karier sebagai seorang pesepakbola.

 Kurniawan Dwi Yulianto

(Kurniawan Dwi Yulianto ketika membela Timnas Indonesia)

Alih-alih disokong untuk menjadi pesepakbola dengan nama besar, Kurniawan justru didukung untuk menekuni olahraga bulu tangkis. Penyebab utamanya sudah jelas, bulutangkis memang jadi olahraga paling berprestasi di Indonesia.

Selain itu, bulutangkis juga bukan olahraga yang rumit untuk ditekuni. Terlebih, perkembangan bulutangkis di Indonesia sudah jauh lebih baik ketimbang sepakbola, terutama di tahun 70-an silam.

Oleh karena itu, keinginan Kurniawan menjadi pesepakbola profesional sangat ditentang keras oleh kedua orang tuanya. Padahal, sejak kecil bakat bermain bolanya sudah terlihat.

BACA JUGA:Kisah Kurniawan Dwi Yulianto, Orang Indonesia Pertama yang Mendapatkan Tiket Pelatihan Sepak Bola ke Italia

Hal itu tak terlepas dari pergaulan Kurniawan di daerah kelahirannya, Magelang. Bahkan, pemain dengan julukan Si Kurus itu selalu bermain bola setiap sore.

“Pulang sekolah saya pasti main bola. Sore waktu giliran ngaji, saya main bola. Tapi, orang tua saya marah dengan itu,” ucap Kurniawan dilansir dari YouTube Garuda Nusantara.

Kendati demikian, orang tua Kurniawan tidak marah begitu saja terhadap anaknya. Sang ayah, memahami bakat dan keinginan anaknya.

Tapi tidak untuk sepakbola. Ayah Kurniawan malah mengajaknya untuk masuk ke salah satu sekolah bulu tangkis, agar anaknya bisa menyalurkan kemampuan sebagai seorang atlet.

BACA JUGA:Dimas Drajad dan Dendy Sulistyawan Moncer Bersama Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto Bilang Begini

“Beliau bilang ke saya, kalau mau tekun di bidang olahraga, mending jadi atlet bulu tangkis aja. Karena sudah banyak atlet top bulu tangkis yang berprestasi,” timpalnya.

“Bagi orang tua zaman dulu, sepakbola dianggap tak memiliki masa depan yang cerah dan bukan suatu hal yang menjanjikan,” ucapnya lagi.

Baca Juga: Kesehatan Prima sebagai kunci menyambut tahun kelinci

Follow Berita Okezone di Google News

Akan tetapi, Kurniawan tetap bersikukuh dengan keinginannya menjadi seorang pesepakbola. Dalam satu waktu, Kurniawan sampai merengek nangis untuk didaftarkan ke Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Magelang.

Kurniawan Dwi Yulianto

“Saya pernah nangis di angkot, minta turun dan didaftarkan di sekolah sepakbola di Magelang.  Bapak pun akhirnya mau menuruti permintaan saya,” ungkapnya.

Pada akhirnya Kurniawan pun ikut bermain sepakbola di SSB Wajar, yang ada di daerah Magelang. Meski tak mendapat restu penuh dari orang tua, Kurniawan memperlihatkan kemampuannya.

Singkat kisah, pada 1994, ketika itu ada program kerja sama PSSI dengan sepakbola Italia. Kurniawan dilirik oleh salah satu tim sepakbola Italia, Sampdoria. Ia pun mulai meniti karier sepakbolanya dengan serius.

BACA JUGA:Daftar Anggota TGIPF Insiden Stadion Kanjuruhan, Ada Akmal Marhali Hingga Kurniawan Dwi Yulianto

Bahkan, Kurniawan pun sempat diboyong oleh tim senior Sampdoria pra musim ke sejumlah negara. Kendati demikian, kariernya tak berlanjut di Sampdoria. Ia hijrah ke tim Swiss, FC Luzern.

Di Swiss ia bertahan satu tahun, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia bergabung dengan Pelita Jaya pada tahun 1995. Sejak itu, kariernya terus mencuat hingga dipercaya debut bersama Timnas Indonesia pada 4 Desember 1995 ketika usianya masih 19 tahun.

Kurniawan pun gantung sepatu ketika usianya menginjak 38 tahun pada 2014 silam. Selama membela Timnas Indonesia, ia sudah mengemas 59 caps dengan 33 gol, meski sayangnya ia belum berhasil memberikan trofi untuk skuad Garuda sampai pensiun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini