Share

Dimas Drajad dan Dendy Sulistyawan Moncer Bersama Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto Bilang Begini

Ilham Sigit Pratama, MNC Portal · Jum'at 30 September 2022 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 51 2678478 dimas-drajad-dan-dendy-sulistyawan-moncer-bersama-timnas-indonesia-kurniawan-dwi-yulianto-bilang-begini-tmAgYo3yVC.jpg Kurniawan Dwi Yulianto mengomentari para penyerang Timnas Indonesia (Foto: Instagram/@pssi)

JAKARTA – Timnas Indonesia dua kali mengalahkan Curacao di FIFA Matchday September 2022. Dalam pertandingan terakhir yang berakhir dengan skor 2-1 untuk Skuad Garuda, Dimas Drajad dan Dendy Sulistyawan mencetak gol.

Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, pun memberikan komentarnya soal performa Dimas dan Dendy. Kurniawan menilai, itu bukti Timnas Indonesia tidak kekurangan stok penyerang tajam.

Dimas Drajad (Foto: PSSI)

Dimas mencetak dua gol dalam dua pertandingan menghadapi Curacao. Sementara itu, Dendy mencetak gol kemenangan Timnas Indonesia kala menumbangkan Curacao untuk kedua kalinya di Stadion Pakansari.

Kurniawan selaku eks bomber Timnas Indonesia justru tidak terkejut. Sejak awal, Kurus tidak setuju Indonesia disebut kekurangan penyerang berkualitas.

"Saya selalu bilan, bahwa saya tidak setuju kita kekurangan striker bagus. Sebab, faktanya dari junior sudah ada talent," kata Kurniawan kala ditemui di Triboon Mini Soccer, Jumat (30/9/2022).

Hanya saja, Kurniawan miris karena pos lini depan klub Liga 1 didominasi pemain asing. Menurutnya, itu yang menghambat perkembangan potensi penyerang lokal.

"Cuma kesempatan bermainnya. Itu saja yang akhirnya jam terbang mereka kurang terpenuhi. Saya terus terang salutlah kepada klub-klub Indonesia yang berani menurunkan penyerang lokal," ujarnya.

"Mereka juga bisa cetak gol dan terbukti. Saya berharap, sih, ini tantangan bagi penyerang lokal, bahwa kita tidak kalah dengan penyerang asing itu kan," tambah asisten pelatih Como FC itu.

Dendy Sulistyawan (Foto: PSSI)

Kurniawan juga menyoroti banyaknya tim-tim Liga 1 yang menggunakan skema penyerang tunggal. Skema satu penyerang di ujung tombak, membuat persaingan pemain di lini depan makin sulit.

"Sebab, di era sekarang, banyak tim pakai satu penyerang dan ini jadi tantangan. Saya harap penyerang kita bisa termotivasi untuk itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini