Share

Bantah Isu Dugaan Suap Klub Liga 2, Sekjen PSSI: Enggak Masuk Akal!

Hakiki Tertiari , Okezone · Rabu 25 Januari 2023 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 49 2752792 bantah-isu-dugaan-suap-klub-liga-2-sekjen-pssi-enggak-masuk-akal-l4OMQUnk55.jpeg Sekjen PSSI, Yunus Nusi membantah dugaan suap kepada klub Liga 2 2022-2023 (Foto: PSSI)

SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi buka suara terkait isu dugaan suap kepada klub Liga 2 2022-2023. Yunus Nusi secara terang-terangan membantah isu tersebut.

Bahkan, Yunus Nusi mengatakan hal itu sangat tidak masuk akal. Ia beranggapan pemilik klub Liga 2 2022-2023 merupakan orang kaya. Sebab itu, hal tersebut tak mungkin terjadi.

 Yunus Nusi

(Yunus Nusi, Sekjen PSSI buka suara terkait isu dugaan suap kepada klub Liga 2 (Foto: ANTARA)

"Masa klub Liga 2 mau disuap Rp15 juta. Di sana orang kaya semua. Masuk akal juga enggak," ucap Yunus Nusi di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu (25/1/2023).

Diketahui sebelumnya, berembus kabar adanya dugaan suap kepada klub Liga 2 2022-2023. Isu beredar tak terlepas dari keputusan PSSI terkait pemberhentian Liga 2 2022-2023 dan tidak adanya aturan degradasi-promosi di Liga Indonesia.

Sekadar informasi, polemik tersebut bermula dari beredarnya surat berjudul "Surat Pernyataan Bersama Klub Liga 2 2022-2023”. Dalam surat itu berisi kesepakatan tim-tim Liga 2 untuk menghentikan kompetisi musim 2022-2023.

BACA JUGA:Soal Operator Baru Liga 2, Dirut PT LIB: Belum Bisa Dipastikan

Selain itu, isi surat itu menyebutkan bahwa klub Liga 2 sepakat untuk adanya operator baru khusus Liga 2 nantinya. Tak hanya itu, surat pernyataan itu juga berisi bahwa tim Liga 2 memberikan kepercayaan penuh kepada Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI.

Dalam dokumen itu juga tertera tanggal 14 Desember 2022. Tanggal itu merupakan hari pelaksanaan rapat pemilik klub Liga 2 bersama PSSI dan PT LIB, yang ditandatangani oleh perwakilan 20 klub Liga 2 2022-2023.

Follow Berita Okezone di Google News

Surat itu disebut-sebut menjadi salah satu dasar PSSI menghentikan Liga 2 2022-2023 dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) pada 12 Januari 2023. Akan tetapi, beberapa klub ternyata tidak merasa membubuhkan tanda tangan di surat tersebut dan menuding ada pemalsuan di sana.

Pertemuan PSSI, PT LIB, dan Klub Liga 2

(Pertemuan PSSI, PT LIB, dan Klub Liga 2 di Jakarta pada Selasa 24 Januari 2023 malam WIB)

Kemudian, Persipura Jayapura melalui manajernya Yan Mandenas mengklaim setiap tanda tangan itu bernilai Rp15 juta. Dari situ bola panas bergulirnya isu tersebut makin menyeruak di publik sepakbola Tanah Air.

"Tanda tangan itu sebagian dipalsukan. Banyak klub yang sudah mengadu karena setiap tanda tangan itu diberikan uang transportasi Rp15 juta per tim. Namun, mereka tidak mengetahui itu untuk menghentikan liga. Yang kami tahu, tanda tangan itu dibuat sebagai tanda hadir di 'manager meeting'," kata Yan Mandenas dikutip dari ANTARA.

Soal dugaan tanda tangan palsu dan suap itu, CEO Karo United, Effendy Syahputra menegaskan bahwa dirinya sudah meminta PSSI melalui Komite Etik untuk melakukan penyelidikan. Ia ingin kasus tersebut dibawa ke sidang etik PSSI supaya permasalahan itu terbuka dan jelas.

Sementara itu, PT LIB, PSSI, dan klub Liga 2 pada Selasa 24 Januari 2023 malam WIB melaksanaan pertemuan terkait nasib kelanjutan Liga 2 2022-2023. Meski berlangsung sampai larut malam, belum ada keputusan jelas soal kelanjutan Liga 2 musim ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini