Share

Air Mata Maya Yoshida Tak Tertahankan Usai Timnas Jepang Tersingkir dari Piala Dunia 2022

Quadiliba Al-Farabi, MNC Media · Selasa 06 Desember 2022 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 51 2721384 air-mata-maya-yoshida-tak-terhankan-usai-timnas-jepang-tersingkir-dari-piala-dunia-2022-f6ZmjSX3uT.JPG Maya Yoshida menangis bangga dengan perjuangan Timnas Jepang di Piala Dunia 2022 (Foto: Reuters)

KAPTEN Timnas Jepang, Maya Yoshida tak kuat menahan air matanya usai timnya tersingkir dari 16 besar Piala Dunia 2022. Hal itu diketahui ketika Maya Yoshida melakukan konferensi pers pasca pertandingan Jepang vs Kroasia, pada Senin 5 Desember 2022 malam WIB.

Perjalanan spektakuler Jepang berakhir di tangan Kroasia. Tim berjuluk Samurai Biru itu dibekuk 1-3 lewat drama adu penalti, setelah imbang 1-1 dalam 120 menit. Sebenarnya Jepang unggul lebih dulu ketimbang lawannya.

Maya Yoshida

Adalah Daizen Maeda pada menit ke-43, yang sukses merobak jala Kroasia. Namun, Kroasia berhasil menyamakan kedudukan lewat Ivan Perisic pada menit ke-55.

Kemudian setelahnya, kedua tim tak mampu mencetak gol hingga lanjut ke babak adu penalti. Sayangnya, tiga dari empat eksekutor Jepang gagal menunaikan tugasnya.

Sedangkan, tiga dari empat penendang Kroasia mampu menjalankan tugas dengan baik. Alhasil, Kroasia menang 3-1 via babak penalti.

Meski kalah, Jepang mampu menorehkan catatan spektakuler, yakni menahan imbang runner-up Piala Dunia 2018 selama 120 menit termasuk waktu tambahan. Sebelumnya, mereka sudah mengejutkan dengan mengalahkan raksasa Timnas Spanyol dan Jerman di fase grup.

Itulah mengapa Maya Yoshida tetap bangga kepada timnya. Dia pun juga mengucap terima kasih kepada para pendukung baik yang hadir jauh-jauh ke stadion hingga penonton setia di layar televisi.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kami melakukan semua yang kami bisa," ucap pemain 34 tahun itu menahan tangis dikutip laman livesoccertv, Selasa (6/12/2022).

Jepang

"Mereka (rekan-rekan) adalah tim yang hebat. Kami menunjukkan semangat dan performa yang luar biasa sepanjang turnamen. Kami mengalahkan Jerman, Spanyol, dan bermain sampai perpanjangan waktu melawan finalis dari Piala Dunia sebelumnya. Saya sangat bangga dengan tim saya dan rekan satu tim saya,” timpalnya.

"Orang-orang di stadion, yang menonton di TV dan di seluruh dunia. Saya ingin berterima kasih kepada kalian semua," kata sang kapten sebelum mengakui bahwa kekalahan ini sulit diterima.

Dengan hasil tersebut, Timnas Jepang masih mencatatkan pencapaian terbaik di Piala Dunia yakni lolos ke 16 besar. Hasil yang sama sebagaimana saat di Piala Dunia 2018 lalu.

Tapi kali ini lebih baik karena berakhir lewat drama adu penalti. Sementara di edisi sebelumnya itu, mereka kalah tipis dengan skor 2-3 dari Belgia setelah sudah unggul lebih dulu 2-0.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini