“Bukan kebetulan jika mereka harus mengumpulkan 700 juta euro (Rp11 triliun) sebagai modal baru. Sementara itu lebih banyak kesalahan, seperti mempekerjakan Maurizio Sarri, dan kesalahan seperti tes kewarganegaraan Italia Luis Suarez, atau proyek Liga Super. Pasti ada perubahan besar dalam pandangan Agnelli,” tambah Gigli.
"Agnelli selalu memiliki visi cakrawala yang lebih tinggi untuk Juve, seperti Liga Super, tetapi dia juga mengambil terlalu banyak dan lalai untuk memberi informasi kepada dewan, yang tidak dapat Anda lakukan dengan klub yang melayang di bursa saham,” tambahnya lagi.
Kesalahan lainnya, kata Gigli, Juventus membayar para pemainnya, termasuk Ronaldo ‘di bawah meja’ atau tanpa dilaporkan secara sah. Hal ini yang membuat Bianconeri melakukan blunder fatal ketika ada pemeriksaan laporan keuangan.
Sementara itu, Ronaldo sendiri hengkang dari Juventus pada bursa transfer musim panas 2021. Ia kembali ke klub lamanya, Manchester United. Namun saat ini, Ronaldo berstatus tanpa klub karena diberhentikan kontraknya lantaran dianggap membuat gaduh.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.