Share

Juventus Dikritik Eks Presiden, Disebut Blunder saat Putuskan Datangkan Cristiano Ronaldo

Cikal Bintang, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 47 2719336 juventus-dikritik-eks-presiden-disebut-blunder-saat-putuskan-datangkan-cristiano-ronaldo-juDBDxaGGm.jpg Cristiano Ronaldo kala membela Juventus. (Foto: Reuters)

TURIN – Mantan Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, mengkritik langkah Bianconeri -julukan Juventus- dalam mendatangkan Cristiano Ronaldo beberapa tahun lalu. Dia menyebut keputusan merekrut Ronaldo merupakan langkah blunder yang pernah dilakukan Juventus.

Sebagaimana diketahui, Juventus tengah dilanda masalah besar usai para petingginya secara mengejutkan mengundurkan diri. Pavel Nedved hingga Andrea Agnelli, yang merupakan presiden, mundur dari jabatannya secara bersamaan.

Cristiano Ronaldo

Mundurnya para petinggi ini disinyalir karena Bianconeri melakukan pelanggaran terhadap laporan keuangan. Saat ini, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) hingga Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) sedang menyelidiki kasus tersebut.

BACA JUGA: Begini Kondisi Terbaru Cristiano Ronaldo yang Diragukan Tampil di Laga Korea Selatan vs Portugal di Piala Dunia 2022

Gigli memberikan pandangannya terhadap permasalahan Juventus. Mantan presiden periode 2006-2009 itu mengatakan, salah satu blunder yang dilakukan oleh Juventus adalah mendatangkan Ronaldo pada 2018.

“(Andrea) Agnelli dibujuk untuk mengontrak Cristiano Ronaldo karena itu akan membawa pendapatan pemasaran yang sangat besar dan mendekatkan Juve ke Liga Champions,” kata Gigli, dikutip dari Football Italia, Jumat (2/12/2022).

BACA JUGA: Exclusive dari Qatar: Cristiano Ronaldo Berpotensi Absen di Laga Timnas Korea Selatan vs Portugal

“Namun, Beppe Marotta (mantan CEO Juventus 2010-2018) sama sekali tidak setuju dengan itu dan dia menyingkir. Belakangan, investasi Ronaldo terbukti terlalu mahal,” sambungnya.

“Sementara itu, Fabio Paratici, yang mendorong penandatanganan CR7, juga membuat Juve melakukan lebih banyak investasi yang membebani neraca dan membuat klub dalam kesulitan,” sambungnya.

Follow Berita Okezone di Google News

“Bukan kebetulan jika mereka harus mengumpulkan 700 juta euro (Rp11 triliun) sebagai modal baru. Sementara itu lebih banyak kesalahan, seperti mempekerjakan Maurizio Sarri, dan kesalahan seperti tes kewarganegaraan Italia Luis Suarez, atau proyek Liga Super. Pasti ada perubahan besar dalam pandangan Agnelli,” tambah Gigli.

"Agnelli selalu memiliki visi cakrawala yang lebih tinggi untuk Juve, seperti Liga Super, tetapi dia juga mengambil terlalu banyak dan lalai untuk memberi informasi kepada dewan, yang tidak dapat Anda lakukan dengan klub yang melayang di bursa saham,” tambahnya lagi.

Cristiano Ronaldo

Kesalahan lainnya, kata Gigli, Juventus membayar para pemainnya, termasuk Ronaldo ‘di bawah meja’ atau tanpa dilaporkan secara sah. Hal ini yang membuat Bianconeri melakukan blunder fatal ketika ada pemeriksaan laporan keuangan.

Sementara itu, Ronaldo sendiri hengkang dari Juventus pada bursa transfer musim panas 2021. Ia kembali ke klub lamanya, Manchester United. Namun saat ini, Ronaldo berstatus tanpa klub karena diberhentikan kontraknya lantaran dianggap membuat gaduh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini